SLEMAN – Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Jogjakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN menyadari persaingan kian ketat. Oleh karena itu, segenap pengajar dan jajaran staf diminta untuk meningkatkan corporate value. Hal itu disampaikan Ketua STIM YKPN Dr Bambang Susilo D, MM, saat memperingati Dies Natalis ke-43, Kamis (3/1).

Dia meminta senantiasa mengaplikasikan Panca Asas STIM YKPN. Di antaranya mengamalkan dan melaksanakan kejujuran, kebersamaan, keterbukaan, partisipasi, dan wawasan ke depan. “Para pegawai juga diharapkan bisa lebih kreatif dan inovatif. Terlebih dalam melaksanakan tugas di bidang masing-masing,” ujarnya.

Berdiri pada tahun 1976, STIM YKPN tahun ini telah menginjak usia 43 tahun. Lembaga yang semula berbentuk Akademi Manajemen Perusahaan (AMP) itu berubah status pada 2006. Mengusung tema “STIM YKPN Maju dengan Berpedoman pada Panca Asas” lembaga ini terus meningkatkan kulitas pendidikan bagi para mahasiswa.

Salah satu upaya peningkatan pendidikan adalah menjalin kerja sama, baik dengan institusi dalam negeri maupun luar negeri. “Belum lama ini kami menjalin kerja sama dengan Menzies Institue of Technology Australia,” kata Bambang. Kerja sama itu pun ditekankan pada aspek pengembangan dosen, mahasiswa, dan kurikulum.

Tak hanya itu, Bambang juga menyampaikan STIM YKPN telah memperoleh akreditasi B dari BAN PT tahun 2018. “Tenaga pengajar bergelar doktor pun kian bertambah,” tuturya. Jika sebelumnya ada tiga orang, nantinya bertambah satu orang. Ada pun tiga orang yang lain segera melaksanakan pendidikan program doktor, baik di dalam maupun luar negeri.

Dalam rangka Dies Natalis ke-43 itu, acara diawali dengan tumpengan. Ini sebagai wujud syukur. Kemudian dilanjutkan dengan beberapa acara lainnya, baik yang bersifaf internal maupum terbuka untuk umum. (cr9/laz/fn)