Mempunyai komitmen menyumbang suatu perubahan yang baik pada masyarakat, Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma (USD) Jogjakarta memilih fokus dan mengembangkan ilmu teologi yang bersifat kontekstual. Tidak hanya secara teori keilmuan semata, mahasiswa dituntut mampu membahasakan ilmu tersebut dalam konteks hidup yang nyata.

“Komitmen kami teologi menjadi refleksi ilmu mengenai manusia secara utuh melalui refleksi iman manusia itu sendiri. Kemudian menjadi kontekstual. Bagaimana iman ini direfleksikan dengan kehidupan sehari-hari,” jelas salah seorang dosen Teologi USD Rm Stefanus Gito Wiratmo saat ditemui di kampus USD, Selasa (8/1).

Untuk mencapai upaya itu, Teologi USD mengembangkan tiga konsentrasi yang berkaitan langsung dengan kehidupan bermasyarakat. Konsentrasi itu, antara lain, Bidang Teologi Moral, Bidang Teologi Pastoral, dan Bidang Teologi Kitab Suci.

Pada Bidang Teologi Moral, mahasiswa diajarkan tentang bagaimana merefleksikan etis kehidupan berdasarkan pengalaman hidup manusia. Pada Bidang Teologi Pastoral, mahasiswa diajak merefleksi iman menyangkut pelayanan kepada jemaat yang hidup di masyarakat.

Sedangkan Bidang Teologi Kitab Suci, mahasiswa diajarkan merefleksikan iman dengan pedoman yang diwartakan di kitab suci. Bukan hanya sebagai dogma semata, namun berdasarkan pengalaman hidup manusia yang menanggapi kehadiran ilahi.

Lebih lanjut Gito menjelaskan, mahasiswanya tak hanya dicetak menjadi pemimpin jemaat dan pelayan jemaat saja. Namun juga menjadi pengajar religiusitas lewat tiga konsentrasi di atas.

“Lulusan kami juga bisa bekerja di rumah sakit, pabrik, lembaga, dan sebagai teolog sosial masyarakat. Kami mencita-citakan mencetak agent of change atau agen untuk perubahan di masyarakat dari perspektif iman yang menjadi dasar hidup manusia,” jelasnya.

Tak hanya itu, Teologi USD juga menempatkan ilmu teologi di dalam dialog lintas iman. Bahkan kerja sama dengan berbagai universitas yang mempunyai jurusan sama seperti Univeresitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), dan sebagainya. Kerja sama itu diimplementasikan lewat kuliah bersama, dialog umum, seminar, dan lain-lain.

Berdiri sejak tahun 1961, Gito mengaku fakultas ini tidak pernah sepi peminat. Setiap tahun mahasiswa yang mendaftar semakin bertambah. Untuk tahun 2018 saja ada 90 mahasiswa baru yang memilih Fakultas Teologi.

Sama halnya dengan fakultas sama di kampus lain, Fakultas Teologi USD juga mewajibkan mahasiswanya melakukan praktik lapangan seperti live in di desa-desa, rumah sakit. Selain itu juga bersilahturahmi dengan komunitas-komunitas lintas iman, pengenalan budaya, dan sebagainya. (ita/laz/fn)