MAGELANG – Polres Magelang Kota memenuhi janjinya memberi penghargaan bagi masyarakat yang membantu pengungkapan kasus. Seperti yang dilakukan dalam dalam apel pagi di Mapolres Magelang Kota, Rabu (9/1). Tujuh warga mendapat penghargaan karena ikut membantu pengungkapan kasus perusakan nisan makam di empat tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Magelang.

“Dari tujuh orang, ada enam warga yang tahu ciri fisik pelaku, sampai yang mengamankan pelaku dan menghubungi kami. Satu lagi anggota Bhabinkamtibmas Tidar Selatan,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

Ketujuh warga itu adalah Sumarno, 49; Saiyanto, 50; Andi Hermawan, 23, dan Dani Kurniawan, 26. Mereka warga Kampung Kiringan. Kemudian Wahyu Januar, 29, dan Suryadi, 33, keduanya warga Kampung Nambangan. Sedangkan Bhabinkamtibmas Tidar Selatan Polsek Magelang Selatan yang ikut membantu adalah Aiptu Slamet Partoyo.

Menurut Kristanto, penghargaan ini sebagai wujud apresiasi kepolisian kepada warga karena telah ikut berperan aktif membantu mengungkap kasus yang sempat meresahkan masyarakat ini. Harapannya, bisa memotivasi masyarakat supaya ikut berpartipasi menjaga keamanan dan ketertiban di sekitarnya.

“Masyarakat juga wajib berpartisipasi menjaga kamtibmas. Bukan tugas polisi saja, tapi setidaknya masyarakat juga jadi polisi diri sendiri,” harap perwira menengah dengan dua melati di pundak ini.

Dijelaskan, untuk anggota polisi penghargaan atau reward sebagai bentuk apresiasi atas kinerja yang baik. Ini sekaligus kredit poin tersendiri yang akan berpengaruh pada jenjang karir ke depan.

“Pengungkapan perusakan nisan ini juga terbantu adanya kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di sekitar lokasi kejadian. Ia berharap Pemkot Magelang segera mengesahkan Perda tentang CCTV di lokasi strategis atau objek-objek vital yang terkoneksi dengan polisi,” tegasnya.

Seperti diketahui, Polres Magelang Kota berhasil menangkap Firman Kurniawan Bakti, 25, pelaku perusakan 23 nisan makam nonmuslim-muslim yang tersebar di TPU Giri Darmoloyo, TPU Kiringan, TPU Malangan dan TPU Nambangan. Warga Kampung Karangkidul, Rejowinangun Selatan, Kota Magelang, ini dbekuk warga usai merusak dua nisan makam non-muslim di TPU Nambangan, Jumat (4/1).

“Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sekarang masih diobservasi oleh tim di RSJ dengan pengawalan anggota kami. Hasilnya bisa diketahui sekitar seminggu ke depan,” tandasnya. (dem/laz/fn)