PURWOREJO – Terjadinya konflik horizontal harus diantisipasi sejak dini menjelang Pemilu 2019. Salah satu caranya dengan tetap menjaga kondusivitas serta menjaga perasaan satu dengan yang lainnya meski berbeda pilihan politik.

Hal itu disampaikan Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Purworejo Mayor (Purn) Ngadimin dalam tasyakuran hari ulang tahun (HUT) ke-62 LVRI di Rumah Makan Bambu Koening Borokulon, Banyuurip, kemarin (9/1). Kegiatan ini dihadiri puluhan anggota dan menghadirkan Wakil Bupati Yuli Hastuti, Ketua Pepabri Purworejo Sudomo serta anggota DPD RI dari Jawa Tengah Bambang Sadono.

“Kalaupun harus terjadi konflik horizontal, maka anggota veteran yang ada di sekitarnya segera berbuat untuk menetralisasi,” kata Ngadimin. Diungkapkan, pemilu memang selalu menghadirkan warna baru di mana banyak hal yang sulit ditelusuri dengan nalar.

Dirinya meminta seluruh anggota mampu menjaga persatuan dan kesatuan serta turut menjaga ketenangan masyarakat. “Makanya sangat tepat dalam peringatan HUT LVRI tahun ini diangkat tema mensukseskan pemilu dengan menjaga persatuan dan kesatuan demi tegaknya NKRI,” tambah Ngadimin.

Lebih jauh diungkapkan, anggota LVRI di tengah masyarakat harus mampu membantu pemerintah menenangkan konflik-konflik yang ada. Mereka akan berada di posisi tengah untuk menjadi penetralisir. “Kalau terjadi konflik, kita damaikan, kita sadarkan untuk memperkuat mempererat rasa persatuan dan kesatuan, sehingga NKRI akan tetap terjaga,” tandasnya.

Ngadimin menegaskan, LVRI tidak berpihak kepada salah satu partai politik. LVRI selalu membantu pemerintah untuk menenangkan masyarakat. Meski anggota LVRI juga mempunyai hak dipilih dan memilih, ketika sudah berpakaian veteran maka tidak ada lagi anggota yang membawa parpol. “Boleh dicalonkan tapi tidak boleh membawa nama veteran,” tuturnya.

Saat ini, tambah Ngadimin, jumlah anggota LVRI di Purworejo cukup banyak, tetapi yang masih bisa aktif sekitar 150-200 orang, sedangkan yang lain sudah tidak aktif karena usia dan kondisi kesehatan. Adapun anggota LVRI di Purworejo yang kategori pejuang kemerdekaan masih ada 19 orang.

“Dua di antaranya memiliki tanda jasa bintang gerilya dan bintang-bintang penghargaan lainnya dari negara. Ada juga anggota veteran Purworejo yang sudah berumur 90 tahun lebih tapi masih aktif karena masih sehat,” ungkapnya.

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti dalam sambutannya mengatakan, melalui peringatan HUT ke-62 ini pihaknya berharap anggota LVRI tidak sekadar bernostalgia. Lebih dari itu tetap memiliki semangat kebangsaan dengan mengedepankan nilai juang guna mengawal NKRI. (udi/laz/fn)