JOGJA – Keputusan Pemkot Jogja yang mencabut moratorium atau penghentian sementara pembangunan hotel di Kota Jogja direspon aktivis Jogja. Dengan aksi teatrikal mereka berharap Pemkot bisa menghidupkan kembali semangat Hamemayu Hayuning Bawana.

Aksi penolakan kembali dilakukan oleh Dodo Putra Bangsa. Aktivis Jogja Ora Didol itu kembali menyuarakan kegelisahannya dengan mendatangi komplek Balai Kota Jogja Rabu (9/1). “Aksi ini wujud keprihatinan karena pamong dan penguasa di Jogjakarta kebablasan. Tidak menghidupkan semangat dan jiwa memayu hayuning bawana. Hanya berlomba membangun tembok tinggi menjulang,” jelasnya

Menurut dia, sebelumnya ada berbagai aksi yang dilakukan olehnya. Berupa teatrikal sebagai wujud keresahan hingga penyuaraan tuntutan. Aksi ini, lanjutnya, sebagai bentuk kekesalan dan kekecawaan atas kebijakan pembangunan. Dodo juga menabur garam di lokasi yang sama. Baginya garam adalah lambang penolak bala. Harapannya para pamong pemerintah dapat lebih bijaksana dalam bertindak. Tidak hanya membangun fisik namun memperhatikan keselarasan alam.

“Tak hanya kesejahteraan yang diutamakan, tetapi juga keselarasan hidup dengan alam untuk kelestarian,” katanya.

Dodo berjanji akan ada aksi-aksi susulan. Sebagai warga kota Jogja, dia merasa berhak menyalurkan pendapat. Terlebih atas berjalannya program pembangunan yang tidak terukur. Wujud protes dikemas secara seni sebagai wujud tolak bala.

Secara tegas dia menyoroti kebijakan terbaru Pemkot Jogja. Berupa dibukanya kembali pengajuan ijin pembangunan hotel. Dia memandang pertimbangan investasi adalah alasan yang tidak tepat. Terlebih tidak diimbangi dengan pemetaan kota.

“Jika alasan investasi dan mendorong pertumbungan ekonomi apakah wujudnya harus seperti itu. Daya dukung lingkungan kota ini sudah begitu terbebani. Tercatat ada 88 hotel baru sejak 2014, ditambah pembangunan sejumlah apartemen sejak 2016,” ujarnya.

Sebelumnya melalui Perwal nomor 85 tahun 2018 tentang pengendalian pembangunan hotel, Wali Kota Jogja membatasi izin pendirian untuk hotel bintang emapt dan lima serta homestay, guest house maupun penginapan sejenisnya. (dwi/pra/fn)