MAGELANG – Sejak perayaan malam Tahun Baru 2019, upaya penggalangan dana untuk korban bencana alam di Indonesia terus dibudayakan masyarakat Kota Magelang. Seperti saat Perayaan Natal Bersama PNS, TNI, dan Polri tingkat Kota Magelang di Gedung Tri Bhakti, kemarin. Para peserta secara spontanitas menggalang dana untuk membantu meringankan beban korban bencana alam.

Ketua Panitia Perayaan Natal Bersama Tahun 2018 Priyo Saptomo mengatakan, penggalangan dana itu merupakan wujud kepedulian atas penderitaan sesama yang tertimpa musibah. Terutama musibah bencana yang melanda saudara di beberapa daerah beberapa waktu ini, seperti tsunami di Banten dan Lampung. Dia juga bersyukur dan berterima kasih lantaran perayaan Natal Bersama 2018 berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

“Dari penggalangan dana ini, terkumpul uang Rp 13.187.100. Seluruhnya akan kami serahkan kepada para korban bencana,” ujar Priyo di sela acara ini.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengapresiasi kepedulian warga yang tetap memikirkan korban bencana ketika merayakan Natal. Hal itu juga terjadi ketika perayaan malam pergantian tahun di Alun-Alun beberapa waktu lalu.

“Bukan seberapa nominal yang didapatkan, namun kepedulian yang kita tunjukkan kepada saudara-saudara kita yang tengah diberikan ujian berupa musibah bencana alam,” tuturnya.

Sigit terus mengajak seluruh warga, tak tekecuali umat Nasrani untuk mengedepankan rasa peduli dan toleransi. Dia menyinggung kejadian perusakan makam yang sempat menggegerkan Kota Magelang beberapa waktu lalu.

“Saya minta semua untuk tetap tenang, tidak terpancing dan terprovokasi. Pelaku saat ini sudah ditangkap dan ternyata memiliki riwayat dirawat di rumah sakit jiwa,” jelasnya.

Menurutnya, Kota Magelang selama ini merupakan kota yang kondusif dan aman. Berbagai pemeluk agama dapat hidup berdampingan dengan damai.
“Saya butuh terus kebersamaan seperti ini demi kemajuan Kota Magelang. Mari kita tingkatkan yang sudah maju, perbaiki yang kurang,” tandasnya. (dem/laz/fn)