MAGELANG – Keberadaan ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dinilai penting oleh Pemkot Magelang. Oleh karena itu, pengukuhan mereka yang total hampir 1.300 orang, harus dilakukan bersama di GOR Samapta, kemarin. Kegiatan ini dibarengi pengukuhan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Magelang 2019-2023 dan peluncuran universal health coverage atau cakupan jaminan kesehatan untuk penduduk Kota Magelang.

“RT/RW itu ujung tombak saya di tengah masyarakat. Untuk mewadahi partisipasi masyarakat berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan. Saya ucapkan selamat kepada ketua RT/RW yang dikukuhkan dan terima kasih karena masih mau mengabdi bersama demi memajukan Kota Magelang,” kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito.

Dia menyebutkan, proses pengukuhan ketua RT/RW telah melalui tahapan-tahapan di tengah masyarakat. Termasuk tahapan pemilihan layaknya pemilu, lengkap dengan keberadaan tim sukses (timses). “Ini wujud demokrasi. Perbedaan di tengah RT/RW itu tidak masalah. Mari didik anak-anak kita, rangkul semua, supaya kita bisa berbuat yang terbaik,” tuturnya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Magelang Hamzah Kholifi menambahkan, pengukuhan ketua RT/RW telah rutin dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Untuk periode 2019-2021, ada 1.027 ketua RT dan 192 RW yang dilantik dari 17 kelurahan di Kota Magelang.

Pemkot Magelang telah menganggarkan dana tersendiri untuk insentif ketua RT/RW. Yakni sebesar Rp 150 ribu per bulan untuk ketua RT dan Rp 190 ribu per bulan untuk Ketua RW.

“Insentif ini dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Insentif ini wujud penghargaan atas kerja keras mereka yang sudah menyisihkan waktu dan pikiran. Memang tidak seberapa, tapi pemerintah akan terus mengupayakan perbaikan insentif, sepanjang anggaran yang ada mencukupi,” tandas Hamzah. (dem/laz/fn)