Jogjakarta dikenal sebagai salah satu gudangnya pembalap-pembalap sepeda. Termasuk di nomor BMX. Bibit-bibit pembalap lahir dari Jogja, baik laki-laki maupun perempuan. Track BMX di Youth Center, Mlati, Sleman adalah salah satu lokasi latihannya.

ROTUN INAYAH, Sleman

Satu di antara anak-anak yang tekun berlatih adalah Reyna Djada Feminisa. Dia terlihat gesit memainkan BMX nya. Sesekali dia melompati rintangan-rintangan di sirkuit tersebut. Keringat mengucur dan panasnya terik matahari tak dihiraukan. Justru itu menambah semangatnya.

Dara kelahiran Jogja 16 Februari 2007 ini memang menyenangi olahraga BMX. Bahkan dia mengaku berambisi untuk menjadi atlet terkenal yang mampu mengukir prestasi. Terlebih lagi kedua orangtuanya sangat mendukung keinginannya.

Sejak awal mereka mendukung pilihan Reyna. Sebagai orangtua tentu mereka sangatlah bersyukur dan merasa bahagia karena sedari kecil Reyna sudah bisa menemukan.”Memilih serta menekuni cita-citanya,” ujar Digie Sigit orangtua Reyna.

Sigit berharap kepengurusan olahraga di Indonesia, termasuk induk olahraga sepeda lebih bagus lagi. Semua lebih bisa menghargai perjuangan para atlit sekaligus memberikan kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan.

Setiap sore kecuali Senin dan Jumat, Reyna giat berlatih bersama teman-teman seusianya. Siswa kelas 6 SD Tumbuh ini rencanya tahun ini juga akan mengikuti lomba ke Malaysia dan Thailand. ”Saya membutuhkan banyak pengalaman terutama di luar negeri,’’ jelasnya.

Menyukai dunia sepeda memang sesuatu yang menyenangkan bagi Reyna. Hingga sekarang sudah puluhan kali lomba yang diikuti Reyna di berbagai kejuaraan. Termasuk di Jogja dan kota-kota lain.

Prestasi yang pernah ditorehkan di antaranya juara 1 di Salatiga BMX Open Championship (2016). Setahun berikutnya juara 1 di C1 Internasional Banyuwangi. Juara 1 kelas Girls 9-10 Kejurnas BMX 2017, juara 1 kelas Girls 10 di C1 dan sederet prestasi lainnya. (din/fn)