KULONPROGO – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Hargowilis dan Hargotirto, Kecamatan Kokap dijadikan pilot project tower lokal. Dua desa ini akan diuji penerapan bisnis tower lokal untuk menyediakan sinyal kepada warga.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, terobosan ini dilakukan untuk mengurangi belanja pulsa warga. Mencapai miliaran rupiah per tahun.
“Desa-desa yang lain akan menyusul. Sementara dua desa ini dulu dijalankan bisnisnya,” kata Hasto (8/1).

Dijelaskan, pengeluaran warga Kulonprogo yang digunakan untuk membeli pulsa sangat tinggi. Bedasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017, pengeluaran warga untuk pulsa mencapai Rp 74 miliar.

“Dengan tower lokal, desa bisa menjual pulsanya sendiri. Meski perlu kajian, kawasan blank spot maupun produktif sama-sama perlu dibangun tower provider lokal,” jelasnya.

Kasi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kulonprogo, Heri Widada mengungkapkan, merealisasikan tower provider lokal di pedesaan bukan mustahil dilakukan. Tujuannya membangun kemandirian daerah.

“Namun perlu kajian mendalam. Apakah peralatannya sudah ada? Termasuk sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Bagaimana, sudah ada atau belum?” tanya Heri. (tom/iwa/fn)