KULONPROGO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun Kulonprogo optimistis mampu menambah 1.800 Sambungan Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SR MBR) tahun ini. Langkah tsersebut direspons baik oleh Dewan.

Kepala Bidang Hubungan Langganan PDAM Tirta Binangun, Suyono menyatakan, pada 2018 PDAM telah memasang 1.982 SR MBR. Penyertaan modal bagi dana APBN hibah air minum mensyaratkan pemasangan utama 1.000 sambungan rumah. Sisanya untuk tambahan.

“Kebijakan itu berlaku pada 2018 dan 2019 ini,” kata Suyono usai audiensi dengan Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati (8/1).

PDAM siap menjalankan program hibah air minum APBN dari Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan. Untuk 1.000 sambungan dana penyertaan modalnya Rp 3 miliar.

SR MBR di Kulonprogo memang gratis pemasangannya. Syarat mendapatkannya, listrik 900 watt, boleh 1.300 watt namun dibatasi 30 persen dari kuota (1.000 SR).

“Untuk SR MBR tidak identik dengan kepala keluarga (KK) miskin. Tetapi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Sejauh ini jumlah pelanggan PDAM sebanyak 27.500 sambungan. Target hingga akhir 2019 sudah ada 30.900 sambungan,” jelasnya.

Akhid menegaskan, penyertaan modal PDAM untuk meraih dana Pusat masih setahun lagi. Pihaknya mematok target agar sambungan SR MBR mencapai 80 persen. Sehingga bisa untuk PDAM dapat penyertaan modalnya.

“Tahun 2019 ini akan habis, karena itu kami panggil kades-kades untuk evaluasi dan bagaimana implementasi SR pada 2018 lalu,” tegas Akhid. (tom/iwa/fn)