JOGJA – Pengoperasian New Yogyakarta International Airport (NYIA) tinggal hitungan bulan. Selasa (8/1) Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X pun meninjau lokasi pembangunan NYIA. Beserta berbagai persiapan lainnya.

Ada beberapa titik yang ditinjau langsung raja Ngayogyakarta Hadiningrat ini. Di antaranya, Stasiun Tugu. Itu untuk memastikan kesiapan stasiun terbesar di DIJ ini menyambut beroperasinya NYIA. Khususnya, kereta bandara.

Rombongan HB X sekitar pukul 10.20 berangkat menuju Stasiun Wojo. Dengan kereta inspeksi dua. Setelah sepuluh menit meninjau sisi selatan Stasiun Tugu.

Ikut dalam rombongan, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri, Kepala Daop VI Eko Purwanto, dan Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi. Juga Komisaris Angkasa Pura Ali Mochtar Ngabalin, Dirut PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, Project Manager Pembangunan NYIA Taochid Purnama, General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Agus Pandu Purnama, serta Ketua Paramparapraja DIJ Mahfud MD.

Dari kunjungan ini diketahui bahwa Stasiun Kedundang yang dipersiapkan sebagai stasiun bandara belum siap beroperasi. Menurut Zulfikri, stasiun yang terletak di Temon, Kulonprogo, itu baru dalam tahap persiapan. Sebagai solusinya, penumpang dari atau menuju bandara melalui Stasiun Wojo.
”Stasiun Kedundang sedang disiapkan tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan selesai,” harapnya.

Di tempat yang sama, Project Manager Pembangunan NYIA Taochid Purnama menyebut progres pembangunan NYIA hingga sekarang baru mencapai 26 persen atau 12.900 meter persegi. Dari target 210 ribu meter persegi. Namun, dia optimistis pada April telah mencapai 50 persen. Dengan begitu, NYIA bisa dioperasikan. Meski hanya dengan standar minimum operation.

Dengan detail, Taochid merinci, beberapa fasilitas di NYIA yang telah selesai digarap. Di antaranya, terminal, masjid, beberapa gedung penunjang, dan akses jalan.

”Untuk runway, apron, dan taxi way digarap bersamaan,” sebutnya.
Dibanding bandara lainnya, HB X melihat, pembangunan NYIA paling cepat. Dia mengibaratkan seperti kisah legenda Bandung Bondowoso. Yang membangun 1.000 candi dalam semalam untuk melamar Roro Jonggrang. Agar NYIA bisa digunakan untuk penerbangan internasional April mendatang.

”Bagi PP (PT Pembangunan Perumahan) sebetulnya berat pembangunan ini. Biarpun bisa dilakukan dengan baik. Crane ada 14. Memang Bandung Bondowoso. Pagi, siang, sore, malam, dikerjakan 24 jam,” katanya.

Kendati begitu, HB X meminta PT AP I dan PT PP profesional. Meski, waktu yang tersedia sangat pendek. Agar kualitas bangunan NYIA maksimal.
”Jangan demi megejar target, kualitas infrastruktur bandara dikesampingkan,” pintanya.

Sementara itu, General Manager PT AP I Agus Pandu Purnama mengatakan bahwa penerbangan internasional di Bandara Adisutjipto dialihkan ke NYIA. Totalnya ada sembilan. Di antaranya dari Singapura, Kuala Lumpur, Malaysia, dan Thailand.

Sedangkan untuk negara lainnya, lanjut Pandu, sudah ada penjajakan dari maskapai dari Timur Tengah, Turki, dan Australia. Namun konfirmasinya hingga sekarang masih diupayakan.

”Prinsipnya, minimum operation bisa dilaksanakan. Kami sudah koordinasi dengan Imigrasi dan Pabean,” ungkap kolonel penerbang perwira menengah TNI AU itu.

Meski NYIA beroperasi, Bandara Adisutjipto tetap beroperasi. Namun, hanya untuk penerbangan domestik.

Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi menambahkan, NYIA pada tahap awal dilengkapi runway sepanjang 3.250 meter. Dengan begitu, pesawat terbesar dan terberat dari berbagai maskapai besar Eropa, Amerika, dan Timur Tengah bisa mendarat. Sebut saja Boeing 777 dan Airbus A380. Pesawat-pesawat ini tidak hanya mampu membawa penumpang banyak. Melainkan juga mampu mengangkut kargo seberat 20 ton. Jadi, berbagai produk dari DIJ bisa langsung diekspor melalui NYIA. Tanpa harus ke Surabaya, Jakarta, atau Bali.

”Biaya logistik akan lebih murah. Itu peluang yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha di Kulonprogo dan DIJ,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai Bandung Bondowoso yang disampaikan HB X, Faik Fahmi mengakui pembangunan NYIA merupakan proyek pembangunan tercepat di dunia. Namun, dia menggaransi kualitas tetap terjaga. (tif/tom/zam/fn)