BANTUL – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bantul mengantongi satu nama caleg yang diduga melakukan pelanggaran. Pelanggarannya yakni membagikan dua alat pembangkit listrik berupa generator set (genset) kepada dua kelompok rumah tangga di salah satu padukuhan di Desa Bangunharjo, Sewon, Bantul.

Pelanggaran itu sebagaimana diatur Pasal 523 juncto pasal 280 ayat 1 huruf (j) UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, terkait pemberian materi lainnya. Pemberian genset dilakukan sebagai upaya menggaet suara untuk dapat menduduki kursi di DPRD Bantul pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Adanya indikasi pelanggaran ini dilaporkan oleh warga kepada Bawaslu, Minggu (6/1). Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan Humas dan Hubungan Antar lembaga Bawaslu Bantul Supardi mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan investigasi terhadap oknum caleg itu.

Pemeriksaan pertama dilakukan dengan melakukan klarifikasi investigasi oleh Bawaslu. Investigasi dilakukan kemarin malam (7/1). “Ada laporan masuk di Bawaslu. Warga melaporkan oknum memberikan dua ganset ke dua RT,” ungkap Supardi.

Ketua Bawaslu Bantul Harlina membenarkan, adanya dugaan pelanggaran oleh oknum. Saat dihubungi Selasa (8/1), investigasi sudah dilakukan sesuai waktu dan target. Namun pihaknya belum dapat menyampaikan hasil dari investigasi itu.

Menurutnya, investigasi akan dilakukan lebih lanjut dan melibatkan pihak lainnya. “Saat ini masih dalam penyusunan atau dalam proses Sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu). Dalam proses ini belum bisa diketahui hasilnya,” ungkap Harlina. (cr6/laz/fn)