SLEMAN – Pasar Kolombo Condongcatur terus berbenah. Setelah selesai revitalisasi total fisik pasar, giliran para pedagangnya yang difasilitasi. Diantaranya dengan memberikan surat ijin dasaran tetap (SIDT).

Saat ini Pemerintah Desa Condongcatur fokus dalam memberikan perhatianya bagi para pedagang pasar yang terletak di jalan Kaliurang Joho Condongcatur Depok itu. Usaha tersebut dilakukan Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji beserta jajarannya dengan memebrikan 15 SDIT tahap pertama kepada 15 pedagang pasar Kolombo, Selasa (8/1).

“Selain memberikan kenyamanan dalam berdagang, Ini juga merupakan salah satu solusi mengurangi persoalan lain di Pasar Kolombo ini terkait pedagang ilegal,” ujar Reno.

Menurut dia Pemdes Condongcatur terus berusaha untuk melakukan pendekatan secara humanis. Termasuk mengajak para pedagang di luar pasar untuk bisa masuk ke dalam pasar menempati ruko, los, ataupun kios yang telah disediakan.

Reno menjelaskan, SIDT sendiri merupakan bukti sah pedagang untuk dapat menempati ruang usaha. Baik berupa ruko, los, ataupun kios di pasar kolombo. SIDT tersebut berlaku selama 20 Tahun terhitung sejak 2 Januari 2015 hingga 1 Januari 2036.

“Perlu diingat setiap empat tahun sekali dilakukan registrasi dengan melampirkan fotocopy KTP dan fotocopy kartu keluarga,” jelasnya.

Reno berjanji penyerahan SIDT tersebut akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Diharapkan para pedagang segera melengkapi syarat yang telah ditentukan, yakni mengumpulkan fotocopy KTP, kartu keluarga, fotocopy SIDT sementara yang diterbitkan oleh PT OKA, dan mengumpulkan bukti – bukti pendukung lainya seperti kwitansi pembayaran tanda pelunasan.

Dengan program tersebut Reno berharap, pasar tradisional Kolombo dapat menggerakkan ekonomi riil masyarakat, para pedagang dapat lebih tertib, rapi, tenang dan aman. “Pembeli dapat nyaman dalam berbelanja mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya,” tutur dia. (cr7/pra/fn)