SLEMAN-PSS Sleman membutuhkan dana sekitar Rp 20 miliar untuk menghadapi Liga 1 musim ini. Biaya ini porsi paling besar untuk mendatangkan dan menggaji para pemain asing. Diprediksi akan ada tiga pemain yang akan didaratkan ke Stadion Maguwoharjo- kandang PSS Sleman.

CEO PT PSS Sleman Soekeno menjelaskan, dengan anggaran sebesar utnuk pihaknya berusaha memperoleh dukungan dari pemerintah maupun swasta. Dia berasalan, PSS bukan hanya asset milik Sleman,’’ jelasnya.

Sebagai pendatang baru, Soekeno mengakui, bertahan di liga ini saja sudah cukup. “Kami tidak mematok target muluk-muluk,” jelasnya.

Sukeno menuturkan, PSS Sleman sempat mendapatkan tawaran pemain Dzmitry Vasilevich Rekish, pemain asal Belarusia. Salah satu yang menjadi pertimbangan tawaran ini karena Rekish sempat memperkuat PS Tira, sehingga tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan pemain lokal.”Hanya saja, Rekish sempat cedera parah sehingga dicoret dari skuad PS Tira,’’ tambahnya.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengakui, salah satu pertimbangan untuk mendatangkan pemain asing adalah kemampuan beradaptasi dengan pola permainan pemain lokal. Namun dia menolak untuk memberi jawaban apakah Rekish termasuk dalam pemain yang digadang-gadang akan memperkuat timnya. “Banyak yang kami pertimbangkan,” tambahnya.

Ia dan Soekeno sepakat untuk tidak buru-buru dalam membeli pemain. Sebab, format regulasi Liga 1 masih belum jelas. Apalagi dengan adanya isu mafia bola yang sedang memanas. Menurut Soekeno, perlu banyak perombakan yang harus dilakukan dalam PSSI.

Namun, dia juga tidak menafikkan untuk dapat memperoleh pemain terbaik. Selain itu, keputusan perlu diambil secepat mungkin. (cr10/din/fn)