SLEMAN – Tren pertumbuhan penumpang udara melalui Bandara Internasional Adisutjipto Jogjakarta meningkat. Data PT Angkasa Pura (AP) I, penumpang pada 2018 mencapai 8.417.089. Pada 2017 sebanyak 7.818.871 penumpang.
General Manager AP I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama mengatakan, ada beberapa penyebab kenaikan. Mulai tingkat kepercayaan terhadap moda transportasi udara semakin baik. Adapula pertimbangan efisiensi waktu perjalanan antarwilayah.

“Kalau secara persentase, naik 7,65 persen. Ini sesuai dengan prediksi awal 2018,” kata Agus Pandu saat Penutupan Posko Terpadu Angkutan Udara Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (7/1).

Penurunan jumlah penumpang justru terjadi menjelang akhir tahun. Angkutan udara Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru) turun 6,77 persen. Pada 2017 mencapai 445.575. Sedangkan pada 2018 turun jadi 415.416 orang.

Penurunan terjadi karena dibukanya jalur tol Trans-Jawa. Jalur bebas hambatan ini menghubungkan Jakarta hingga Jawa Timur. Namun penurunan tersebut bukanlah dampak buruk. Karena pembangunan Trans-Jawa juga sebagai moda transportasi.

“Kalau di luar masa libur Nataru masih stabil. Trans-Jawa kan diresmikan menjelang masa libur. Bukan berarti minat penumpang transportasi udara menurun,” ujar Agus Pandu.

Minat transportasi kereta api cenderung stabil selama libur Nataru. Bahkan ada kenaikan meski secara persentase tidak besar. Ada peningkatan sekitar 30 persen.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) VI Eko Budianto membenarkan adanya peningkatan penumpang. Terdeteksi di Stasiun Tugu, Lempuyangan dan Solo Balapan.

Di Stasiun Tugu kenaikan penumpang mencapai 31 persen. “Kumulasi ketiga stasiun tersebut mencapai 115 persen. Di Solo penumpang naik 123 persen, kalau penumpang turun sampai 121 persen,” kata Eko.

Khusus angkutan Nataru, lonjakan terjadi pada medio 2019. Tercatat pada 2019 mencapai 267.465 penumpang naik. Sementara Nataru medio 2018 mencapai 228.404 penumpang naik. Secara persentase ada kenaikan 117 persen di Stasiun Tugu.

“Kalau untuk yang naik di Tugu pada 2019 mencapai 283.855 penumpang. Untuk yang turun 245.310 penumpang. Ini masa libur Nataru. Lempuyangan persentase penumpang naik 113 persen. Penumpang turun 117 persen,” jelasnya. (dwi/iwa/fn)