BANTUL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul harus meneliti ulang satu per satu laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK). Sebab, isi sebagian dokumen yang diserahkan setiap partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 itu campur-aduk. Laporan pengeluaran pribadi calon legislatif ikut dilaporkan.

”Padahal, itu bukan sumbangan. Melainkan dana pribadi,” jelas Komisioner KPU Bantul Mestri Widodo di kantornya Kamis (3/1).

Kesalahan administrasi itu, Widodo melihat, karena kesalahpahaman saat memindahkan data melalui aplikasi sistem data kampanye.

”Ini masih perlu dipetakan. Mana dana pribadi dan dana yang masuk sumbangan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dia mengapresiasi seluruh peserta pemilu. Mereka telah menyerahkan LPSDK sebelum pukul 18.00 Rabu (2/1) lalu. Dari LPSDK ini juga diketahui, sumbangan dana kampanye dua tim kampanye capres-cawapres Rp 0.

Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho mengatakan, ada tiga jenis sumbangan. Yakni, uang, barang, dan jasa. Namun rata-rata sumbangan yang dilaporkan berupa barang. Seperti topi, bendera, atau kaos. Ada pula yang menyumbang gedung.

”Sumbangan dalam bentuk jasa seperti nyumbang penyanyi,” katanya. (cr6/zam)