GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran perbaikan jalan pada 2019 cukup besar. Mencapai Rp 63,9 miliar.

Kepala Seksi Pemeliharaan, DPUPRKP Gunungkidul Wadiyana mengatakan, anggaran perbaikan tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah panjang jalan kabupaten yang mengalami kerusakan.

”Namun kerusakan ruas jalan tidak bisa diperbaiki secara serempak karena kemampuan anggaran. Ada skala prioritas,” kata Wadiyana belum lama ini.

Dia menjelaskan, dari total anggaran Rp 63,9 miliar, sebanyak Rp 28,8 miliar di antaranya dari dana alokasi khusus (DAK). Rencananya, titik-titik yang diperbaiki, antara lain, ruas jalan Kepek-Ngobaran di Saptosari, Semin-Tambakromo. Sedang empat ruas lainya meliputi Girijati-Gupit, Patuk-Tawang, Getas-Srikoyo dan Nglipar-Wotgaleh.

“Alokasi perbaikan jalan sudah disepakati. Semoga semua program bisa dilaksanakan,” ucapnya.

Kepala DPUPRKP Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, jumlah ruas jalan di Bumi Handayani kurang lebih sepanjang 1.200 kilometer. Dari hasil pendataan, kategori rusak mencapai 60 persen atau sekitar 720 kilometer. Kemudian dalam kondisi baik baru mencapai 40 persen.

“Memang masih banyak jalan rusak dan setiap tahun terus melakukan program perbaikan,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul Anton Supriyadi mengatakan, penanganan terhadap infrastruktur harus menjadi perhatian pemkab. Meski realisasinya secara bertahap.

”Akses jalan memberikan dampak positif terhadap warga maupun pengunjung wisata. Selain memudahkan jalur transportasi, akses jalan yang baik mampu mendorong percepatan ekonomi. (gun/zam)