BANTUL – Jalan masuk menuju tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Piyungan, di Dusun Ngablak, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, dipastikan segera diperbaiki. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ melakukan perbaikan dan tambah sulam jalan-jalan yang rusak.

“Dinas PUP-ESDM menyanggupi untuk segera memperbaiki jalan yang rusak di sekitar TPST Piyungan,” kata Kepala Seksi (Kasie) TPST Piyungan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ Sarjani, Rabu (2/1). Sedangkan sampah-sampah yang tercecer di pinggir jalan itu karena lahan (TPST) Piyungan memang sudah overload. Hal ini dikarenakan sehari ada 600-700 ton sampah yang biasanya hanya 250-300 ton.

Perbaikan ini menyusul desakan warga yang berbuntut pemblokiran jalan yang dilakukan Senin (31/12/2018) lalu. Warga menuntut perbaikan jalan yang rusak akibat dilalui truk-truk pengangkut sampah. Akibatnya  warga terpaksa harus memutar sejauh 10 kilometer untuk menghindari jalan tersebut.

Selain itu warga juga menuntut pengasapan lalat karena dua tahun ini tidak dilakukan di permukiman warga. Warga juga menuntut penerangan jalan, penataan pembuangan sampah, serta kompensasi bagi warga sekitar TPST yang tak kunjung dipenuhi.

Partini, salah seorang warga sekitar TPST mengatakan, tinggal di daerah sekitar pembuangan sampah memang tidak nyaman. Karena memang harus berhadapan dengan lalat-lalat dan bau yang tidak sedap. Meskipun begitu, mereka bisa mendapatkan keuntungan lain, yakni berternak sapi. Sebagian berjualan untuk kebutuhan para sopir dan awak truk. (cr8/din)