SLEMAN – Selama 2018 sektor pariwisata di Sleman menyumbang sekitar 23 persen dari total sebesar Rp 894 miliar Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sumbangan pendapatan daerah itu selain dari retribusi objek wisata juga termasuk pajak hotel dan restoran.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengatakan banyaknya kunjungan wisatawan di Sleman ini yang membuat sektor pariwisata dapat berkontribusi lebih terhadap pendapatan daearah. Sebab, dari target delapan juta kunjungan wisatawan di 2018, Sudarningsih mengklaim bisa lebih dari itu.

“Kalau delapan juta bisa lebih karena Tebing Breksi saja sudah menyumbang satu juta lebih kunjungan, tapi kalau hitungannya saya belum tahu pasti karena masih proses,” ujar Sudarningsih, Rabu (2/1).

Jumlah retribusi yang dikelola Dispar melebihi target. Pada 2018 retribusi yang dikelola sebesar  Rp 6,1 miliar dengan realisasi mencapai Rp 7,2 miliar. Sementara di 2019 ini target retribusi naik menjadi Rp 6,3 miliar. “Itu baru di kawasan-kawasan dan candi,” ujarnya.

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan peran sektor pariwisata dalam menyumbang PAD, Dispar terus berupaya unutk menggelar berbagai event. “Kami upayakan dengan mengadakan banyak event. Ada yang terbaru nanti di Maret, Festival Kuliner juga Volcano Run,” ungkapnya.

Terkait munculnya banyak destinasi wisata baru juga membuat tingkat kunjungan wisatawan ke Sleman semakin tinggi. Itu menjadikan Sleman punya banyak alternatif wisata. Faktor promosi dan pengembangan sektor wisata juga berpengaruh kepada wisatawan yang datang ke Sleman. “Juga menurut saya adanya warning wisata di pantai juga sedikit banyak ada pengaruhnya,” bebernya.

Kepala Seksi Analisa Pasar Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Dispar Sleman Kus Endarto menambahkan dalam menggenjot kunjungan wisatawan di Sleman, gelaran event sangat berpengaruh. Menurut dia, di 2019, pembangunan bandara baru di Kulonprogo juga akan berdampak pada kunjungan wisata di Sleman.

“Tapi ketika dengan adanya berbagai event yang menarik, saya rasa kunjungan ke Sleman juga tidak akan lari,” jelas Kus Endarto. (har/pra)