SLEMAN – General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Jogjakarta, Agus Pandu Purnama optimistis New Yogyakarta International Airport (NYIA) bisa beroperasi April. Pembangunan fisik kawasan airside dan terminal penumpang telah dilakukan.

Airside terdiri dari landasan pacu, taxi way, dan apron. Pembangunan landasan pacu sepanjang 3.250 meter ditarget selesai akhir Maret. Begitu pula taxi way dan apron selesai akhir Maret.

“Pada April, NYIA bisa minimum operation. Sejumlah fasilitas utama target rampung 100 persen akhir Maret. Kalau terminal, diperkirakan rampung 30 persen,” kata Agus Pandu, Rabu (2/1).

Rampungnya pembangunan diikuti jadwal penerbangan. Karena belum maksimal, penerbangan masih terbatas. Angkasa Pura (AP) masih membatasi maskapai penerbangan internasional yang mendarat di NYIA.

Seluruh penerbangan domestik tetap di Bandara Adisutjipto. Mengenai pengalihan, bertahap. Seiring rampungnya NYIA, akan ada pengalihan rute maskapai domestik.

International flights semua akan pindah ke NYIA. Saatnya nanti, kalau sudah 100 persen, maka penerbangan domestik Adisutjipto akan dikurangi. Dialihkan ke NYIA,” ujar Agus Pandu.

Persiapan tidak hanya infrastruktur. NYIA membutuhkan 529 tenaga kerja. Untuk memenuhinya, AP  I melakukan perekrutan hingga Februari.

“Sudah mulai rekrut dari Januari. Ada 529 personel tambahan. Tapi masih ada juga yang sebagian dari Adisutjipto support di sana (NYIA),” kata Agus Pandu.

Dia membantah kesan pembangunan NYIA dikebut. Karena sudah masuk dalam blueprint tahun sebelumnya. Dia optimistis NYIA siap diresmikan April 2019.

NYIA mengusung konsep smart airport. Penyematan kemajuan teknologi dalam pelayanan. Salah satunya, pembayaran fasilitas bandara. Sistem tersebut telah diawali di Adisutjipto.

Kemajuan teknologi tidak akan menyingkirkan kearifan lokal. Tercermin dari penamaan bandara oleh Pemkab maupun Pemprov. Namun belum ada pengusulan nama oleh pemerintah kepada AP I.

Ngarso ndalem (Hamengku Buwono X) juga belum membisiki nama bandaranya. Sempat beredar nama Nyai Ageng Serang. Kami ikut saja jika nama itu yang diusulkan,” kata Agus Pandu. (dwi/iwa/zl)