BANTUL – Tidak memiliki fasilitas pendukung lainnya, Sendang Ngembel yang terletak di Dusun Beji Wetan, Sendangsari Pajangan Bantul sepi pengunjung. Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat berencana kembali menggairahkan pariwisata di sana.

Menurut ketua Pokdarwis Sendang Ngembel Jirianto, lokasi tersebut belum memiliki wahana pendukung yang dapat menarik wisatawan. Hanya menampilkan petilasan Kerajaan Mataram dan Mangir berupa patokan batu bundar, yang sekelilingnya terdapat kolam mata air dengan luasan 600 meter dan melingkar. Minimnya sajian wisata menyebabkan pengunjung enggan berkunjung lagi.

”Ya, karna tak ada kenangan. Tak ada fasilitas lain yang lebih menarik. Hanya ada empat gajebo dan pohon rindang. Seperti tempat bersantai,” ungkap Jirianto, Rabu (2/1).

Menurut dia dua tahun terakhir wisata di Sendang Ngembel seolah mati. Pengembangan wisata lokal yang dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Pajangan tersebut sepi pengunjung. Pada 2014 usai pembangunan, jumlah pengunjung membeludak. sehingga 2015 mulai di bentuk Pokdarwis. Kunjungan meningkat tajam di tahun 2015. Jumlah pendapatan bersih parkir motor mencapai Rp 17 juta. 2016 menurun drastis. Pendapatan hanya mencapai Rp 8 juta.

“Pada 2017 lalu hanya sebatas pengadaan acara mancing bersama, yang hanya bertahan lima bulan saja. Itu pun kami tak memungut biaya kalau tidak ada jasa yang diberikan, kami tidak berani mengambil profit dari situ,” ungkapnya.

”Kecuali, ada jasa yang dibutuhkan sekedar menyiapkan makanan ataupun tenda, maka akan ambil profit,” tambahnya.

Pokdarwis pun membentuk perkumpulan dan pemberdayaan sebagai pemandu wisata maupun membentuk kios-kios kerajinan dan kuliner. Juga pernah dilakukan dengan menggandeng warga menampilkan atraksi budaya. Namun upaya tersebut tidak dapat dilanjutkan lantaranan terbentur pada pengembangan wisata. Selain itu lokasi tersebut berbatasan dengan tanah warga dan tanah khas desa. Lokasi yang berada di rerimbunan pohon gayam juga menjadi kendala. Sebab pohon tersebut memiliki fungsi untuk mengikat air. Jadi tidak boleh sembarangan di potong.

Dia berharap tahun 2019 Sendang Ngembel dapat kembali bangkit. Adanya tanah khas desa, disekitaran sendang tersebut, harapan warga dapat dimanfaatkan dibangun menjadi taman ataupun kolam renang. ”Nah, itu tidak mudah. Dari desa belum ada kejelasan pembangunan. Anggarannya pun belum ada,” ucapnya.

Lurah Desa Sendangsari Muhammad Irwan Susanto membenarkan sepinya kunjungan wisata Sendang Ngembel salah satu penyebabnya terbentur pada pengembangan wisata. Dia mengaku pernah menyarankan agar tanah khas desa disekitar sendang dapat kelola. Kendalanya belum ada dana untuk pengembangkan tanah tersebut.

”Dana desa jumlahnya Rp 1,4 miliar tahun 2018. Itu sangat minim untuk membangun sebuah kawasan wisata. Padahal dana desa masih dibagi 18 dusun,” ungkap Irwan. (cr6/pra)