JOGJA – Pihak PSIM Jogja masih belum percaya jika Komisaris PT PSIM Jaya Dwi Irianto atau Mbah Putih terkait dalam kasus pengaturan skor atau mafia bola yang ramai belakangan ini. Direktur PT PSIM Jogja Agung Damar bahkan menilai bahwa koleganya itu hanya orang kecil dalam persepakbolaan Indonesia.

”Selain kaget Mbah Putih ditangkap, dia kan wong cilik. Masa dapat mengatur skor sepak bola, kami antara percaya tidak percaya. Jika terbukti berarti banyak pelaku sepak bola sudah biasa mengatur tim dan sepak bola di Indonesia,” katanya kepada wartawan.

Agung juga mengatakan, kalau kepolisian ingin membersihkan mafia bola jangan berhenti di Liga 3, tapi juga di Liga 2 dan Liga 1. Masih menurut Agung, jika ada take and gift, berarti ada broker atau agen yang bermain. ”Sangkaan jangan hanya penipuan atau penggelapan tapi suap agar efek jera pada pengelola klub,” ungkapnya.

Namun selama terjun di PSIM, Agung mengaku belum pernah terlibat pengaturan skor atau ditawari pihak lain untuk mengatur skor pertandingan. Ataupun ditawari oleh mafia bola untuk mengalah. ”PSIM belum pernah ditawari, mau menawari juga klub ora duwe duit. Belum pernah saya pribadi saya belum pernah,” tuturnya. (riz/ila)