GUNUNGKIDUL – Iklim positif pariwisata dan meningkatnya hasil pertanian memengaruhi angka kemiskinan di Gunungkidul. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penurunan angka kemiskinan melebihi target yang dipatok setiap tahun.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, hasil pendataan di 2018, jumlah warga miskin mencapai 17,12 persen.Jumlah ini menurun 1,5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang capainya di angka 18,65 persen.

Hanya diakui, dari sisi prosentase penurunan angka kemiskinan masih kalah dengan Kabupaten Kulonprogo, karena penurunannya mencapai 1,7 persen di 2018. Menurutnya, investasi besar di Kulonprogo salah satunya keberadaan pembangunan bandara. “Penurunan angka kemiskinan di Gunungkidul dipengaruhi beberapa faktor. Sektor kepariwisataan masih memberikan andil besar. Kemudian juga terdongkrak dengan hasil panen pertanian yang baik,” ungkapnya.

Akan tetapi Immawan tidak menampik, wilayahnya masih termasuk daerah paling miskin se- DIJ. Untuk mengoptimalkan program pengentasan kemiskinan, pemkab telah menyiapkan berbagai program. “Tahun ini tetap fokus dan siap melakukan akselerasi. Berkoordinasi dengan provinsi maupun pemerintah pusat,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Sosial Gunungkidul Wijang Eka Aswarna mengaku optimistis, angka kemiskinan ke depan bisa terus ditekan. Upaya penanggulangan yang ada diyakini mampu menurunkan secara signifikan.”Tentunnya dengan konsistensi ini juga memberikan pengaruh terhadap angka penurunan secara akumulasi di Provinsi DIJ,” kata Eka Aswarna. (gun/din)