SLEMAN – Kawasan wisata Tebing Breksi menjadi salah satu pilihan wisatawan untuk merayakan pergantian tahun 2019. Itu terbukti dengan banyaknya wisatawan yang merayakan malam pergantian tahun di objek wisata (obwis) yang terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, tersebut. Saking banyaknya, pengelola harus menutup akses pintu masuk. Lantaran sebelas kantong parkir overload.

”Ada sekitar 5.000 wisatawan yang tidak bisa masuk. Pintu masuk kami tutup pukul 23.00 Senin (31/12),” jelas Ketua pengelola Tebing Breksi Kholiq Widiyanto Selasa (1/1).

Kholiq mencatat ada sekitar 20 ribu wisatawan yang merayakan malam tahun baru di Tebing Breksi. Ini lebih banyak dibanding akhir pekan lalu. Di mana hanya mencapai 13 ribu pengunjung. Kholiq menyebut jumlah kunjungan saat musim liburan panjang kali ini meningkat seratus persen dibanding tahun lalu.
”Karena bersamaan dengan libur sekolah,” ucapnya.

Dari catatan pengelola, jumlah kunjungan kemarin juga tak kalah banyak. Kholiq memperkirakan setidaknya 14 ribu wisatawan menghabiskan hari terakhir liburan panjang di Taman Breksi. Namun, membludaknya kunjungan ini juga membawa persoalan lain. Jamak wisatawan yang membuang sampah sembarangan.

”Ada sekitar empat kubik sampah,” sebutnya.

Kendati begitu, Kholiq memastikan persoalan itu terselesaikan. Seluruh petugas kebersihan bergerak mengumpulkan sampah. Lalu, membuangnya ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Piyungan.

”Alhamdulillah, walaupun tidak sebersih hari-hari biasa,” katanya.
Dengan meningkatnya jumlah kunjungan ini, Kholiq berharap pemkab memperbaiki akses jalan menuju Tebing Breksi. Sebab, pengunjung yang membawa kendaraan pribadi harus bersusah-payah menuju lokasi. Lantaran medan jalan berupa tanjakan.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih optimistis Tebing Breksi dapat menarik satu juta pengunjung sepanjang 2018. (tif/zam/fn)