GUNUNGKIDUL – Meski laporan tutup buku anggaran 2018 belum rampung sepenuhnya, ada kecenderungan pendapatan asli daerah (PAD) Gunungkidul dari sektor pariwisata tahun ini anjlok dibandingkan tahun sebelumnya. Setidaknya dari laporan sementara PAD yang sudah di-input.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Hari Sukmono mengatakan, target kunjungan wisata di tahun 2018 kemungkinan besar tidak bisa terpenuhi. Hal itu terlihat dari jumlah kunjungan hingga 31 Desember 2018, wisatawan yang datang tercatat baru 3.040.095 pengunjung.

Sementara target wisatawan hingga tutup tahun adalah sebanyak 3,5 juta pengunjung. “Sementara target PAD Rp 28,2 miliar, terealisasi Rp 24, 2 miliar atau kurang Rp 4 miliar,” kata Hari Sukmono saat dihubungi Selasa (1/1).

Pihaknya mengaku sulit memenuhi target, baik PAD maupun kunjungan wisata di tahun 2018. Meski akhir tahun menyisakan libur Natal dan tahun baru, kunjungan itu tidak mampu menutupi kekurangan dari target yang ditentukan.
“Karena penurunan jumlah wisatawan berlangsung sejak Badai Siklon Cempaka,” ujarnya. Bahkan, pesismistis sudah terasa sejak beberapa bulan terakhir. Kunjungan selama libur akhir tahun hanya berani menargetkan 344.000 pengunjung atau sudah dipastikan minus.

Disinggung faktor yang menyebabkan target kunjungan tidak terpenuhi, Hari mengatakan ada dua sebab. Pertama, kunjungan berkurang karena faktor bencana alam Badai Cempaka di akhir 2017 dan gelombang tinggi di pertengahan 2018.

Dua fenomena alam itu sangat berpengaruh terhadap pemenuhan target pariwisata. Pasca-badai Cempaka, kunjungan wisata benar-benar sepi sehingga target triwulan pertama tidak memenuhi target. Kondisi yang sama terjadi di pertengahan tahun, gelombang tinggi datang.

“Padahal target utama kami ada di wisata bahari. Namun tidak tercapai menyusul dampak tsunami Selat Sunda. Wisatawan banyak yang berpikir ulang untuk berlibur ke pantai,” ungkapnya.

Lalu, bagaimana dengan destinasi andalan lainnya seperti Gua Pindul, Gunung Api Purba, Sri Getuk maupun wisata minat khusus lokasi terpisah? Hari hanya bisa tersenyum. Menurutnya, terdata tidak ada peningkatan jumlah kunjungan. Ada kecenderungan stagnan, dibanding tahun sebelumnya.

“Kunjungan relatif stabil, meski memang ada penurunan,” terangnya. Nasi sudah menjadi bubur. Langkah ke depan adalah mencapai target PAD di 2019. Seperti diketahui target PAD 2019 Rp 28,9 miliar. Sementara target pengunjung sekitar 3,8 juta wisatawan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul Edi Susilo mendorong pemkab agar terus memaksimalkan potensi PAD dari sektor pariwisata. Salah satu caranya pembenahan sarana dan prasarana pendukung hingga melengkapi wahana bermain di setiap objek.

“Dengan memaksimalkan potensi wisata, retribusi PAD dapat meningkat. Untuk menekan kebocoran, sebaiknya dipihakketigakan. Pemkab tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk gaji petugas hingga pengadaan tiket retribusi,” kata Edi Susilo.

Di bagian lain, Koordinator SAR Korwil II Gunungkidul Marjono mengatakan, kondisi gelombang Pantai Selatan Gunungkidul landai, yakni pada kisaran ketinggian di bawah 8 feet atau kurang dari tiga meter. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung dipersilakan, namun harus mematuhi imbauan petugas. (gun/laz/fn)