GUNUNGKIDUL – Secara umum situasi kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) wilayah hukum Polres Gunungkidul pada malam pergantian tahun berlangsung kondusif. Hanya saja, momentum malam tahun baru justru dinodai aktivitas sebagian warga yang hendak pesta miras di sejumlah tempat.

Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady mengatakan, jauh hari sebelum tahun baru sudah mendeteksi adanya aktivitas menjurus kepada pelanggaran hukum, yakni penggunaan minuman beralkohol (mihol). Oleh sebab itu pihaknya meminta jajarannya untuk menggelar patroli di wilayah masing-masing.

“Dan benar kami mendapati anak-anak remaja membawa minuman keras pada malam tahun baru,” kata Ahmad Fuady saat dihubungi Selasa (1/1).

Berdasarkan data, titik lokasi adanya rencana pesta miras berlangsung di empat kecamatan. Masing-masing Kecamatan Panggang, Tanjungsari, Girisubo, dan Kecamatan Wonosari. Di antaranya merupakan wisatawan yang hendak berlibur ke pantai selatan.

“Sementara di Wonosari, tepatnya depan Lapas (Lembaga Pemasyarakatan). Petugas menyita botol miras dari anak-anak muda,” ucapnya.

Demikian juga wilayah Kecamatan Panggang, Tanjungsari, dan Girisubo, petugas secara serempak melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat). Bahkan di wilayah Saptosari petugas keamanan menyita botol mihol dari jenis ciu.

“Jadi operasi pekat bertujuan untuk menjaga kamtibmas. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas kerjasamanya dalam memberikan informasi,” ucapnya.

Apa ada pelaku pembawa mihol yang diamankan? Kata Kapolres tidak ada, karena sifatnya hanya tindakan preventif. Ratusan mihol dari berbagai merk termasuk ciu diamankan, kemudian pelakunya dilakukan pendataan dan diberikan arahan secara langsung.

“Kami bersyukur, perayaan malam tahun baru berlangsung meriah. Sedikitnya ada tiga lokasi konsentrasi massa, yakni Alun-Alun Wonosari, pantai selatan dan Bukit Bintang Hargodumilah,” ujarnya.

Sementara itu, antisipasi gangguan kamtibmas pada malam pergantian tahun juga menyasar objek wisata Pantai Wediombo, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo.

Kapolsek Girisubo AKP Mursidiyanto mengatakan, operasi pekat dilakukan untuk mewujudkan situasi aman kondusif dan bebas. Operasi pekat menyasar barang bawaan penggunjung Pantai Wediombo seperti kemungkinan membawa senjata tajam (sajam), petasan, atau miras. “Petugas menemukan 20 botol miras berbagai merk,” kata Mursidiyanto. (gun/laz/fn)