SLEMAN – Di tengah euforia usai sukses ikut mengantarkan PSS Sleman naik kasta ke Liga 1 sekaligus menjuarai Liga 2, Sismantoro kini justru mengundurkan diri sebagai Manajer PSS Sleman. Namun, ia menepis hal ini terkait dengan dugaan pengaturan skor.

“Saya itu kan baru anak kemarin sore di dunia sepak bola. Baru 10 bulan. Saya saja heran, memangnya sepak bola itu bisa diatur skornya?,” ujar Sismantoro setengah bertanya, saat dihubungi Radar Jogja Minggu (30/12).

Sismantoro beralasan, ia mundur karena ingin fokus mengurusi keluarga. “Saya yakin direksi profesional. Banyak yang lebih kompeten untuk menjabat manajer,” jelas pria yang kesehariaannya sebagai kepala Desa Candibinangun, Pakem, Sleman, ini.

Terkait tudingan promosi PSS Sleman ke Liga 1 karena ada pengaturan skor, Sismantoro langsung menepis. “Semua orang bisa lihat bagaimana saya mendatangkan Gonzales. Bagaimana kami berjuang keras. Bagaimana kualitas permainan di lapangan,” tandasnya.

Rumadi, direktur Operasional PT Sleman Sembada, pengelola PSS Sleman, membenarkan mundurnya Sismantoro dari posisi manajer. Saat ini posisi yang ditinggalkan Sismantoro belum ada yang menggantikan. “Setelah tahun baru kami rapatkan,” jelasnya.

Sementara itu, Seto Nurdiyantara yang ditawari menggantikan posisi Sismantoro, masih menolak. Saat ini ia menjabat sebagai pelatih dan dipertahankan untuk menangani Liga 1 2019. Beberapa waktu lalu Seto telah ditawari untuk rangkap jabatan.

“Saya masih perlu banyak belajar di manajemen. Di kepelatihan saja saya masih merasa perlu belajar,” ujar mantan pemain nasional asal Kalasan, Sleman, ini dengan nada merendah. (cr10/laz/fn)