JOGJA – Jajaran Ditlantas Polda DIJ telah menyiapkan manajemen lalu lintas malam pergantian tahun. Antisipasi ini khususnya untuk kawasan Tugu Pal Putih, kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Mulai dari pengalihan arus, satu jalur, hingga penutupan akses jalam.

Dirlantas Polda DIJ Kombespol Julianto Tri Djatiutomo mengungkapkan, manajemen lalu lintas dilakukan atas kajian kepadatan arus. Penerapan berlaku bertahap mulai pukul 15.00, 17.00 dan 21.00. Puncak dari manajemen lalu lintas ini adalah sterilisasi kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer.

“Bertahap sterilisasi dan puncaknya pukul 21.00 kawasan Malioboro bersih dari kendaraan. Kawasan ini jadi wilayah pedestrian bagi pengunjung,” jelas Julianto Minggu (30/12).

Rekayasa ini berimbas pada sejumlah sirip jalan kawasan Malioboro. Untuk menghindari kendaraan masuk, maka sejumlah akses jalan ditutup. Mulai dari ruas Jalan Bhayangkara hingga kawasan Jalan Mataram.

Jajarannya juga telah berkoordinasi dengan Pemkot Jogja, kaitan dengan penyediaan kantong parkir kawasan Malioboro. Selain pemberdayaan Taman Parkir Abu Bakar Ali, Ngabean dan kawasan Jalan Panembahan Senopati, ada pula kantong parkir lainnya. “Sudah disiapkan 14 kantong parkir di sejumlah kawasan sekitar Malioboro. Karena fokusnya memang untuk pedestrian,” tambahnya.

Penataan juga berlaku sepanjang ruas jalan sirip. Antisipasi penyempitan jalan akan ada pelarangan parkir bahu jalan. Untuk itu, jajarannya, khususnya Satlantas Polresta Jogja, akan melakukan penyisiran. Jika teguran tak berdampak, tak menutup kemungkinan kendaraan akan diderek.

Setiap persimpangan dan titik keramaian akan terpantau personel jaga. Khususnya titik simpul Jembatan Kleringan, di mana ada pelimpahan arus menuju Malioboro dari pagi hingga sore hari. Solusinya kendaraan besar putar balik melalui Stadion Kridosono.

“Termasuk itu, akan ada one way traffic, penyekatan hingga pengalihan. Kepadatan diprediksi mulai terjadi menjelang sore. Khususnya yang menuju kawasan pusat perkotaan,” katanya.

Penerapan manajemen lalulintas juga terjadi di kawasan Pantai Gunungkidul. Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady menuturkan, ada penerapan one way traffic. Sepanjang jalan pantai berlaku satu jalur dengan satu jalur masuk dan satu pintu keluar.

MENANTANG: Sejumlah pengunjung nekat melintasi police line dan foto di pemecah ombak objek wisata Pantai Glagah, di Kecamatan Temon, Kulonprogo, Minggu (30/12). ( HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)

Penerapan ini sejatinya tidak hanya berlaku saat tahun baru. Terbukti rekayasa jalan telah diterapkan menjelang hari libur dan weekend. Dari penerapan itu terbukti bahwa rekayasa jalan efektif. Setidaknya mampu mengurai kepadatan di ruas jalan sempit.

“Selain itu kami juga menyiagakan personel. Tidak hanya di jalurnya, tapi juga destinasi wisatanya. Kaitannya tentang kenyamanan dan keamanan pengunjung. Untuk kondisi pantai, terus berkoordinasi dengan BMKG terkait cuaca dan ketinggian ombak,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Mega Tetuko mengungkapkan kepadatan lalu lintas terjadi sejak H-1 (30/12). Rata-rata kendaraan melaju ke arah selatan atau objek wisata pantai. Penerapan satu jalur diawali dari pintu masuk utama kawasan pantai Krakal, Kukup, dan Baron.

(GRAFIS: ERWAN TRI CAHYO/RADAR JOGJA)

Jajarannya telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata setempat terkait tempat pemungutan retribusi (TPR) induk Jalan Baron. Pintu keluar satu arah menuju Tepus atau jalur jalan lintas selatan (JJLS). Pihaknya juga berkoordinasi agar TPR Tepus berhenti beroperasi sementara waktu.

“Ada sekitar lima titik kepadatan, beberapa di antaranya ruas jalan kawasan Pantai Drini, arah Pantai Sundak hingga kawasan Krakal, dan Pantai Kukup. Jalan tidak menanjak, cenderung datar tapi lebar jalan belum memenuhi untuk pertemuan dua kendaraan besar,” jelasnya. (dwi/gun/laz/fn)