SLEMAN – Momen pergantian tahun identik dengan terompet dan kembang api. Kesempatan itu dimanfaatkan pedagang dan pengrajin terompet untuk mendapatkan rupiah. Tidak hanya warga DIJ saja, banyak juga penjual yang berasal dari luar daerah.

Budi Wibowo misalnya. Pria 31 tahun asal Banjarnegara, Jawa Tengah itu hampir setiap tahun selalu datang ke DIJ untuk berjualan kembang api dan terompet. “Tiap tahun bisa mengantongi hingga Rp 10 juta lebih,” ujar Bowo, sapaanya, ketika ditemui di tempat jualannya di Jalan Kaliurang Km 6 Minggu (30/12).

Bowo sendiri mulai aktif berjualan sejak 2002 silam. Dia turut mengajak saudara-saudaranya untuk berjualan. Dijelaskannya selain di Jalan Kaliurang, dia membuka cabang di Jalan Gejayan, Jalan Magelang. “Total ada 15 lapak,” bebernya.

Tahun ini, kata Bowo, progresnya masih belum terlihat. Sebab biasanya dagangannya mulai diserbu pembeli adalah ketika menjelang malam pergantian tahun. Berbagai variasi kembang api dan terompet dia jual. Untuk terompet dijual di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 100 ribu. Yang fantastis adalah harga kembang api. Dari yang termurah sekitar Rp 3.000 hingga Rp 2 juta “Untuk terompet, dia didatangkan dari Wonogiri, saya ambilnya 7000 buah terompet,” ujarnya.

Berkah juga turut dirasakan oleh pengrajin terompet di Sleman. Jelang tahun baru ini mereka turut kebanjiran order. Sejak beberapa hari yang lalu, salah seorang pengrajin terompet di Desa Tirtomartani Kalasan, Wagiman bersama istri dan anaknya sudah nampak sibuk untuk memenuhi permintaan. Biasanya dalam sehari dia bisa menyelesaikan 300-400 terompet. “Biasanya dikerjakan jam sembilan pagi sampai lima sore,” kataWagiman.

Dari pengakuannya, sebagian besar pesanan datang dari pengecer. Biasanya mereka memesan terompet dengan jumlah antara 50-100 buah terompet. Dengan desain yang beragam. Ada yang berbentuk naga, tokoh kartun, hewan, dan bentuk terompet seperti pada umumnya. “Kalau harga saya menjual antara Rp 2.500-Rp75.000,” jelasnya.

Selain dari pengecer, permintaan juga dari hotel, instansi pemerintahan dan bank. Biasanya pesanan dari instansi dilakukan sejak beberpa minggu yang lalu. “Kalau untuk instansi biasanya pesan dalam julah besar. 100 hingga 500 buah,” katanya. (har/pra/fn)