Gelombang tinggi di Pantai Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo, dalam beberapa hari terakhir memaksa Tim SAR Linmas Wilayah V Pantai Glagah bekerja lebih keras. Pengunjung dan wisatawan diimbau tidak mendekat apalagi mandi, karena sangat berbahaya. Polisi juga memasang police line untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Gelombang saat ini cukup tinggi. Kondisi ini sesuai prediksi BMKG DIJ di mana 28 Desamber 2018-1 Januari 2019 gelombang pasang berkisar antara 2 meter-6 meter,” kata anggota SAR Linmas Wilayah V Pantai Glagah Sukarman Minggu (30/12).

Dengan kondisi itu, lanjutnya, pihaknya lebih akif melakukan patroli. Imbauan terus dilakukan kepada pengunjung atau wisatawan yang kebetulan memang cukup banyak mengisi masa libur Natal dan Tahun Baru 2019.

“Kami imbau pengunjung untuk tidak terlalu mendekat di pemecah ombak, dan melarang mereka mandi di pantai. Kebetulan kami juga tengah melakukan pengamanan libur Natal dan Tahun Baru,” ucapnya.

Menurutnya, gelombang pasang bisa datang sewaktu-waktu dan tanpa diduga. Pantai Glagah termasuk salah satu pantai yang cukup banyak memakan korban jiwa. Kebanyakan korban warga dari luar daerah yang tidak tahu tipikal laut selatan.

Namun pantauan Radar Jogja, banyak pengunjung yang nekat mendekat, bahkan melintasi garis polisi untuk berburu foto terbaik. Petugas terus memantau mereka dari kejauhan dan tidak ingin kecolongan. “Anggota juga sudah di-briefing jangan segan untuk melarang. Apa pun responnya, karena itu juga demi keselamatan mereka sendiri,” katanya.

Salah seorang wisatawan, Pristiya, warga Sidoarjo, Jawa Timur, mengatakan, ia sengaja menyempatkan diri berlibur ke Pantai Glagah yang dikenal dengan pesona gelombang tinggi yang menantang. “Saya datang bersama keluarga, kami hanya ingin foto-foto saja di pemecah ombak, tidak main di pesisir pantai, apalagi mandi,” katanya. (tif/cr5/tom/fn)