GUNUNGKIDUL – Sebagian besar logistik Pemilu 2019 sudah berada KPU Gunungkidul. Hingga empat bulan ke depan, perlengkapan pemilihan presiden (pilpres) maupun pemilihan legislatif (pileg) menjadi tanggung jawab salah satu penyelenggara pemilu itu.

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, logistik Pemilu 2019 tiba sejak Oktober lalu. Semua peralatan datang secara bertahap dan langsung dimasukkan ke dalam gudang penyimpanan logistik.

”Kotak TPS, tinta, alat coblos berikut dengan bantalan beserta tanda pengenal, pegawas, dan beberapa sampul formulir sudah tiba,” kata Ahmadi Ruslan Hani saat dihubungi Kamis (27/12).

Namun, hingga sekarang belum semua kebutuhan pemilu tiba di kantor KPU. Di antaranya, formulir, surat suara.

Menurutnya, standar pengamanan gudang logistik sesuai dengan arahan KPU pusat. Seluruh logistik disimpan di atas papan panggung alias tidak langsung menyentuh lantai. Dalam kondisi tertutup dengan plastik.

Bagaimana dengan ancaman rayap? Ahmadi tidak menampik kemungkinan tersebut. Sebagai antisipasi, petugas melakukan penyemprotan antirayap secara berkala.

”Secara merata mengelilingi bangunan gudang, sampai ke kolong-kolong bangunanan,” tuturnya.

Dari sisi keamanan eksternal, KPU dibantu oleh aparat kepolisian dan petugas keamanan. Mereka berjaga 24 jam.

Sementara itu, Komisioner Bidang Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Gunungkidul Rosita mengatakan, dari hasil kroscek belum lama ini, logistik pemilu masih dalam kondisi terlipat dan terbungkus plastik.

”Posisinya juga berada di atas, tidak menyentuh lantai. Tinggal bagaimana nanti dilakukan pemeriksaan rutin guna memastikan kondisi kotak suara,” katanya. (gun/zam/fn)