JOGJA – Program Pendidikan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi membuka Program Studi Doktor Manajemen (PSDM). Jurusan ini bertujuan mencetak akademisi yang unggul dan berkarakter Islam yang memiliki karya nyata bagi masyarakat.

Ketua PSDM UMY Prof Dr Siswoyo Haryono menjelaskan, dibukanya program studi baru didasari keadaan zaman yang memasuki era keterbukaan informasi. Serta persaingan pada revolusi industri 4.0. “Tujuannya mencetak doktor yang bisa menjawab tantangan global,” jelas Siswoyo.

Dengan kurikulum yang dibentuk berdasarkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, PSDM diharapkan mampu menjawab persoalan kemanusiaan saat ini. Selain itu, dengan adanya program strata tiga (S-3), setiap mahasiswa bisa menjadi peneliti yang hasilnya bisa dipublikasikan. Baik tingkat nasional maupun internasional.“Hasil disertasi harus dipublikasikan dan berputasi serta terindeks scopus. Hal ini dilakukan agar lulusan bisa berguna bagi kemajuan akademik Indonesia,” tambah Siswoyo.

PSDM memiliki tiga konsentrasi yaitu Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), Manajemen Keuangan, serta Manajemen Pemasaran. Bagi mahasiswa yang tidak berasal dari jurusan manajemen saat menyelesaikan S-1 dan S-2, akan mengikuti program matrikulasi terlebih dahulu.

PSDM dibuka berdasarkan Surat Keputusan (SK) NNo. 885/KPT/I/2018 yang dikeluarkan oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada 16 Oktober 2018. Menurutnya, UMY sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah pertama di Indonesi yang membuka PSDM.

Siswoyo menargetkan dalam waktu dua tahun, prodi yang dipimpinnya akan meraih akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). “Pendaftaran untuk penerimaan mahasiswa baru dibuka sampai dengan Februari 2019,” jelas Siswoyo. (cr7/din/fn)