JOGJA-Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada (STAIMS) menargetkan segera berubah menjadi universitas. Ketua STAIMS Dra Hj Sutinah M Pd mengatakan, sebagai upaya rencana pengembangan tersebut, dibutuhkan peran serta dari berbagai pihak.

“Kami mengajak berbagai kalangan, termasuk pemerintah maupun swasta, para alumni dan juga lembaga pendidikan lain untuk mendukung pengembangkan status STAIMS menjadi universitas,’’ kata Sutinah di sela wisuda mahasiswa sarjana pendidikan STAIMS Jogjakarta di Hotel Cavinton, Rabu (26/12).

STAIMS merupakan perguruan tinggi swasta di bawah Yayasan Masjid dan Asrama (YASAMA) Syuhada Jogjakarta. STAIMS berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang pendidikan dan dakwah dengan berlandaskan pembelajaran qira’ah, tauhid dan kewirauhaaan. Dengan landasan ini diharapkan para mahasiswa dan mahasiswi mendapatkan pendidikan yang berkarakter.

Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah III Prof Dr Hisyam Zaini MA berharap semua pihak ikut mendukung agar STAIMS dapat menjadi universitas. Sekaligus diakui masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan mahasiswa/mahasiswi yang berprestasi baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.”Sekaligus berkontribusi bagi masyarakat, negara, dan agama,’’ jelasnya.

Kaprodi PAI STAIMS Suparman,S.Pd, M.Si bersama empat mahasiswi berprestasi dengan predikat cumloude

Dalam wisuda ini, ditetapkan tiga lulusan terbaik. Mereka adalah Nahrasiyah Kumala mahasiswa asal Riau dengan IPK 3.80. Kedua, Alfiana Fatimah (IPK 3.75), dan ketiga Wardah Wafiyah Mubarakah (IPK 3.74). Ketiganya merupakan Sarjana Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Senang dan terharu saat nama saya dipanggil sebagai salah satu wisudawan terbaik di STAIMS,’’ ujar Nahrasiyah Kumala. Ke depan dia berharap dapat menjadi alumni dengan prestasi yang membanggakan. Bukan hanya untuk orang tua dan lingkungan sekitar, tetapi juga untuk STAIMS. (mg1/din/fn)