Pertumbuhan pasar properti pada 2018 menunjukkan tren positif. Meskipun beberapa developer mengatakan pasar properti di Jogja sedang lesu. Selain itu, problem penjualan juga turut membayangi. Kendati demikian, para developer tetap antusias dan optimistis terhadap pasar hunian di DIJ.

Optimisme itu muncul salah satunya ditandai dengan peningkatan kunjungan untuk survei di lokasi perumahan. Selain itu, adanya pameran properti juga menjadi indikator tersendiri untuk menilai antusiasme masyarakat terhadap pasar properti.

Salah seorang developer Hugi Kahyadi Putrawan, menuturkan pada musim libur pertengahan tahun saja ada grafik peningkatan yang cukup lumayan. “Jika ada 10 orang yang melihat dan tiga di antarnya membeli itu sudah lumayan,” bebernya.

Ya, memang untuk penjualan properti tidak bisa dibandingkan dengan penjualan kendaraan. Sebab, dalam memilih rumah tentu akan mempertimbangkan banyak hal. Oleh karenanya, konsumen tidak akan main-main dalam mengeluarkan uang untuk membeli rumah. Apalagi harga rumah di kawasan ring 1 atau di dalam Ring Road sudah sangat tinggi.

Lebih lanjut, untuk masalah segmentasi, developer harus mempertimbangkan beberapa aspek. Itu agar harga dan kualitas bangunan yang ditawarkan bisa maksimal. Lokasi strategis namun dengan harga lahan yang selangit juga kan membua nilai bangunan sangat tinggi.

Kini, pemetaan segmen perumahan semakin jelas arahnya. Yaitu berpedoman pada geografis. Itu untuk mengakali harga lahan yang tinggi dan ketersediaan lahan. Untuk segmen rumah lantai 1, ada laternatif pengembangan menuju ke sisi arah pengembangan perkotaan. Khususnya ring 1 tadi yang parameternya adalah di dalam Ring Road yang wilayahnya ada di Kota Jogja.

Selain itu ada ring 2. Yaitu wilayah di Sleman yang lokasinya beririsan dengan kawasan perkotaan. Selain itu juga berdekatan dengan Rng Road. Depok, Mlati, Kalasan, Gamping, dan Godean bisa menjadi alternatif. Namun, dari dua area itu, masyarakat tentu akan sulit jika mencari rumah dengan harga di bawah Rp 700 juta. “Tapi setiap developer punya pasar tersendiri dan kami tidak khawatir,” jelasnya. (har/din/fn)