GUNUNGKIDUL – Sejumlah wali murid SDN 3 Paliyan wadul ke DPRD Gunungkidul. Mereka mempersoalkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul yang mengeluarkan kebijakan regrouping. Kebijakan sepihak ini mengakibatkan siswa harus menempuh perjalanan sekitar lima kilometer menuju sekolah baru. Yakni, di SDN Giring, Paliyan.

”Anak-anak tak mau sekolah karena jauh. Selain jauh, anak-anak juga harus melewati hutan untuk ke SDN Giring,” tutur Hardi Santoso, seorang wali murid kepada Anggota Komisi D Imam Taufik dan Ari Siswanto.

Saking jauhnya, Hardi menceritakan, sebagian siswa ada yang mengancam berhenti bersekolah. Hardi tak menampik jumlah siswa SDN 3 Paliyan minim. Hanya 38 siswa. Namun, Hardi tetap menyayangkan sikap disdikpora. Dinas langsung mengeluarkan kebijakan tanpa pemberitahuan, apalagi sosialisasi kepada wali murid.

”Kami hanya menerima surat bahwa sekolah mulai pindah terhitung sejak masuk sekolah usai libur semester,” ucapnya.

Dalam pertemuan yang digelar di ruang Fraksi PKS itu, rombongan wali murid tetap keukeuh menolak regrouping. Mereka bersedia menerima kebijakan regrouping. Syaratnya, hanya secara administratif. Agar siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN 3 Paliyan.

Di hadapan wali murid, Ari Siswanto berjanji mencarikan solusi terbaik. Namun, Ari tetap menyayangkan sikap dinas. Seharusnya, dinas menjalin komunikasi dengan wali murid.

Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Sulistiyono mengaku sudah mengantongi surat pengaduan wali murid. Dia berjanji dinas bakal segera membahas persoalan ini. Agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

Seperti Sulistiyono, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi juga belum memiliki gambaran solusi. Immawan hanya meminta persoalan itu diselesaikan dengan baik.

”Nanti masalah ini dirapatkan di ruangan saya,” katanya singkat. (gun/zam/fn)