SLEMAN – Sebagai salah satu perguruan tinggi yang fokus pada ilmu kedirgantaraan, STTA (Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto) Jogjakarta terus berupaya mencetak lulusan terbaik. Pada tahun ajaran 2018/2019 ini, STTA menyelenggarakan wisuda periode XII. Diikuti 219 peserta wisuda, agenda ini dilaksanakan di Gedung Sabang Merauke AAU, kemarin (19/12).

Dari 219 peserta, 39 orang dari Program Studi (Prodi) Teknik Penerbangan, 39 orang dari Prodi Teknik Mesin, 70 orang dari Prodi Informatika, 32 orang dari Prodi Teknik Industri, dan 39 orang dari Prodi Teknik Elektro. Lima wisudawan mendapat predikat terbaik di tiap-tiap program studi. Sedangkan lulusan berpredikat cum laude ada 26 mahasiswa.

Ketua STTA Marsda TNI (Purn) Dr Ir Drs T Ken Darmastono MSc mengatakan, para lulusan STTA semakin banyak diminati oleh dunia industri dirgantara. Oleh sebab itu dia berharap para wisudawan dapat membawa nama baik STTA. “Kelak para lulusan akan beralih tanggung jawab. Dari akademik ke tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Dia pun mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang diraih STTA. Meski baru berusia 16 tahun sejak berdiri, STTA menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terakreditas B. Lewat beragam kerja sama baik swasta, BUMN, maupun perguruan tinggi lainnya, Ken berharap STTA bisa berubah menjadi institut. “UGM dan ITB misalnya, kami gandeng untuk membantu kami mencapai keinginan tersebut,” katanya.

Tak hanya itu, STTA juga menjalin kesepakatan dengan beberapa perguruan tinggi luar negeri. Seperti Filipina dan Taiwan. Kesepakatan dan kerja sama itu meliputi pemberian beasiswa S2 untuk mahasiswa, dan S3 untuk dosen.

Ken pun berharap, kelak STTA kian dipercaya oleh berbagai pihak sebagai lembaga pendidikan. Oleh karena itu, dia berpesan kepada para lulusan agar mampu mempromosikan STTA dengan baik. Caranya yakni melalui bekerja yang baik dan jujur. “Sebab itu yang menjadi cap atau label dari STTA,” tuturnya.

Hal itu pun dibuktikan oleh banyaknya lulusan STTA yang telah bekerja di berbagai bidang. Mulai dari BUMN seperti PTDI, Angkasa Pura I dan II. Hingga bekerja di Kementerian Perhubungan, TNI, dan juga BPPT. (cr9/laz)