JOGJA – Para developer di Jogjakarta percaya dengan adanya bandara NYIA menjadikan arah pembangunan serta investasi ramai-ramai ke barat. Artinya semakin dekat dengan bandara.

Bahkan, dengan munculnya rencana menghidupkan kembali sistem perkeretaapian yang teriontegrasi ke bandara, para pengembang juga ramai-ramai untuk menawarkan huniannya dengan kemudahan akses ke stasiun yang digunakan sebagai pemberhentian kereta menuju bandara.

Namun, pamor wilayah barat sejauh ini masih belum segemilang Jogja Utara. Dalam hal ini hunian yang berada di utara Ring Road. Sejauh ini banyak hunian yang emang tumbuh subur di Sleman. Tentu yang ditawarkan adalah hunian eksklusif dengan pemandangan eksotis Gunung Merapi atau kawasan hijau.

Kunci sukses wilayah utara membangun hunian yang memiliki tingkat keterjualan tinggi tak lepas dari lokasi strategis yang ditawarkan. Dekat dengan pemerintahan dan pusat kota menjadi bonus tersendiri. “Lokasi, lokasi, dan lokasi, menjadi hal yang utama,” ujar Ketua DPD REI DIJ Rama A Pradipta.

Sebab, penentuan harga sebuah rumah juga ditentukan lokasi yang dipilih. Hal itu dikarenakan harga tanah yang beragam. Di Sleman misalnya, harga tanah sudah sangat tinggi. Tak pelak pengaruhnya juga kepada haraga rumah.

Dari data yang dihimpun Radar Jogja, rata-rata harga rumah sudah berada di kisaran Rp 500 juta hingga Rp 3 miliar. Tentu harga ini tidak semerta-merta pada rumah dengan tipe sama. Besarnya fasad bangunan, material yang digunakan, serta fasum dan tema yang ditawarkan oleh developer menjadi penentu harga jual rumah.

Rumah dengan harga paling terjangkau yaitu seharga Rp 525 juta yaitu yang ditawarkan di Jalan Magelang Km 13 Triharjo Sleman dengan tipe bangunan 45/94. Sedangkan yang paling mahal adalah rumah dengan tipe 252/216 dengan harga jual mencapai Rp 3,41 M yang terletak di Jalan Palagan Km 10.

Pengembang yang membangun kawasan perumahan di Jogja bagian tengah atau di dalam Ring Road juga menawarkan huniannya di kisaran harga Rp 800 juta hingga Rp 2 miliar. Sedangkan wilayah Jogja Barat atau barat Ring Road masih menawarkan huniannya rata-rata di angka Rp 600 juta hingga Rp 700 juta. Walaupun ada juga hunian dengan harga di atas Rp 1 miliar.

Namun,  Jogja Barat justru banyak muncul hinuan dengan harga Rp 120 juta hingga Rp 300 juta. Biasanya konsumen perumahan dengan harga itu sangat banyak. Oleh karenanya, pengembang kewalahan melayani pangsa pasar kelas menengah ke bawah ini.

Adanya rumah murah juga bukan hanya di Jogja Barat saja. Daerah Bantul juga masih bisa ditemui rumah dengan kisaran harga RP 150 juta hingga Rp 300 juta. “Namun untuk memenuhi pasar menengah ke bawah kami masih sangat kesulitan,” keluh Rama. (har/din)