SLEMAN – Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) bersiap diri menghadapi masa libur Natal dan tahun baru (nataru). Selain melakukan persiapan rute wisata juga pengecekan dan perbaikan kendaraan.

Ketua AJWM Wilayah Timur, Bambang Sugeng memastikan rute wisata telah siap dilalui. Salah satunya tidak berdampingan dengan jalur kendaraan reguler.

Pertimbangannya, untuk menghindari titik kemacetan jalur konvesional. “Termasuk upaya mengurai kemacetan. Mengantisipasi terjadinya kepadatan,” jelasnya (18/12).

Pria yang akrab disapa Babe ini mengungkapkan pelayanan akan tetap sama. Rekayasa bukan berarti mengurangi jarak tempuh. Pemilihan rute berupa jalur efektif bagi jip. Jalur ini mengurangi intenstitas berpapasan dengan kendaraan konvensional.

Babe memastikan, seluruh operator telah memahami rekayasa jalur ini. Para sopir akan melewati rute khusus apabila jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan.

Jadi tidak langsung diterapkan. Kalau volume wisatawan masih normal, memakai jalur biasanya.

Selama ini, AJWLM menyajikan rute-rute khas Lereng Merapi. Setidaknya ada titik pemberhentian, khususnya di lokasi wisata dan nilai sejarah. Mulai dari makam juri kunci Merapi Mbah Maridjan, Bukit Klangon, Glagaharjo hingga rumah Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo.

Kondisi kubah lava Merapi turut menjadi pertimbangan. Dia memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama.

Menurut Babe, kondisi erupsi Merapi saat ini berbeda dengan 2006. Kala itu guguran lava terjadi secara simultan. Bahkan bisa menjadi paket wisata minat khusus. Untuk menikmati secara optimal, wisatawan bisa melihat pada malam hari.

“Kalau yang sekarang, belum bisa dijadikan paket wisata, karena memang sulit terlihat langsung,” katanya.

Ketua AJWLM Wilayah Barat, Dardiri meminta seluruh operator memeriksa kendaraan wisatanya. Dia meyakini lonjakan wisatawan berimbas pada kinerja kendaraan. Apabila perawatan tidak optimal, akan berdampak pada keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Sementara, AJWLM menyiagakan 650 unit kendaraan. Jumlah ini adalah inventaris kendaraan wisata laik jalan. Pada masa liburan, Dardiri memprediksi operasional harian akan meningkat hingga tiga kali lipat.

Menurut Dardiri, total ada 900 unit jip. Tetapi yang operasional masa liburan sekitar 650 unit. Sedangkan masa liburan dimulai 20 Desember 2018 hingga 5 Januari 2019.

“Setiap hari diprediksi 2.000 sampai 3.000 wisatawan yang akan datang,” jelas Dardiri. (dwi/din)