JOGJA – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIJ  Baskara Aji mengatakan, saat ini tengah menggalakkan seluruh SMK di DIJ agar tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik secara teoritik.

”Di DIJ  sendiri sudah ada sebanyak 23 SMK yang memiliki Technopark. Technopark harus melibatkan industri, harus dikembangkan untuk memenuhi dunia industri,” ujarnya.

Dia berharap, SMK juga dapat menjalin kerja sama dengan dunia industri sehingga nantinya lulusan SMK siap bekerja. ”Jika diperhatikan data yang ada, lulusan SMK bisa diserap atau masuk ke dunia usaha dan industri sampai 60 persen, termasuk di dalamnya ada yang berwirausaha,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sebanyak 10-12 persen lulusan SMK memilih untuk melanjutkan kuliah. Maka sisanya sebanyak 28 persen masih masa tunggu.

”Nah yang 28 persen harus dicarikan solusi supaya mereka bisa masuk dunia kerja. Eksplorasi pembelajaran kewirausahaan bertujuan menyediakan wahana pembelajaran berwirausaha untuk pembekalan kerja mandiri siswa,” jelasnya.

Salah satu SMK yang mendapatkan Program Revitalisasi SMK oleh Pemerintah adalah SMKN 2 Jogja. Salah satu bantuan yang diterima adalah ”Program Pengembangan SMK Berbasis Industri Keunggulan Wilayah”.

Ketua Pelaksana Pengembangan SMK Berbasis Industri SMKN 2 Jogja Maryuwono mengatakan, program ini guna memperbaiki kualitas pendidikan melalui pendekatan pengelolaan pendidikan berbasis industri atau keunggulan wilayah.Pengelolaan tersebut dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip kualitas yang diterapkan industri ke dalam proses pembelajaran.

”Hal ini guna menghasilkan lulusan yang memiliki hard skill dan soft skill sesuai tuntutan kompetensi kerja yang dibutuhkan dunia industri,” jelasnya. (sky/ila)