LEZAT: Berbagai kalangan datang ke Warung Ayam Goreng Mbah Cemplung untuk menikmati kelezatan hidangannya. (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
TUMIS: Pengunjung memburu ayam kampung yang diolah dengan rasa khas rempah. (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)

BERAGAM pilihan kuliner yang bisa dinikmati pengunjung yang datang ke Bantul. Salah satunya adalah Ayam Goreng Mbah Cemplung. Silakan Anda mencicipi hidangan khas Bantul tersebut.

Warung Ayam Goreng Mbah Cemplung berlokasi di Dukuh Sendang Semanggi, Desa Sembungan, Bangunjiwo, Bantul. Lokasinya sekitar delapan kilometer dari Kota Jogja ke arah selatan.

Setiap hari, warung tersebut selalu ramai dikunjungi pelanggan. Baik kalangan menengah maupun kalangan atas. Baik warga maupun pejabat. Mereka memburu ayam kampung yang diolah dengan rasa khas rempah.

Menurut pengelola Warung Ayam Goreng Mbah Cemplung Triwidayat, 40, nama Mbah Cemplung sudah terkenal sejak 1975. ‘’Awalnya kami hanya menjajakan minuman saja. Lalu ada inisiatif menjual makanan berupa ayam goreng kampung,’’ ujar cucu Mbah Cemplung tersebut.

Pada 1975, warung Ayam Goreng Mbah Cemplung berada di dekat bilik Sendang Semanggi, sebelah barat Pabrik Gula Madukismo. Kini lokasinya bergeser agak menjauh dari Sendang Semanggi. Pada 2005 Mbah Cemplung wafat. Usahanya diteruskan cucu angkatnya, Triwidayat.

Sekarang, warung Ayam Goreng Mbah Cemplung berdiri di lahan sekitar 1.000 meter persegi. Terbagi menjadi dua warung. Sebelah selatan merupakan dapur sekaligus ruang makan. Lalu bagian barat, tempat khusus ruang makan.

Menu-menu yang digemari pengunjung di antaranya ugel-ugel atau potongan ayam memanjang dari kepala hingga bagian ekor. Selain menu ayam kampung juga ada menu tambahan seperti tumis, lalapan dan sambel.

Ayam kampung diolah Triwidayat dengan merebusnya dua kali. Bumbunya ada yang gurih dan asin. “Tidak manis, cukup direbus pakai rempah, bukan di-ungkep,” kata Dayat, sapaan Triwidayat. Harga menu ayam disesuaikan berat ayam. Jika beratnya satu kilogram seharga Rp 100 ribu.

GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA

Pelanggan Warung Ayam Goreng Mbah Cemplung Anis S, 30, mengaku sering berkunjung ke Warung Ayam Goreng Mbah Cemplung. “Istimewanya, ayamnya empuk dan bumbunya merasuk. Pokoknya enak,” ungkap Anis.

Pengunjung lain, Mardisari, 37, sengaja datang dari Wates Kulonprogo. ‘’Kerap mampir membeli ayam kampung lengkap dengan tumis daun pepaya,” kata Mardisari. (cr6/iwa/mg1)