KEMELUT: Kiper PSS Sleman Ega Rizki dan Kapten PSS Sleman Achmad Hisyam berduel dengan pemain PSIM Jogja Supriyadi dalam pertandingan Liga 2 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (26/7). Laga ini berakhir dengan skor 1-0 untuk PSIM. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

BANTUL – PSIM Jogja menjadi penguasa pada derby DIJ setelah mengalahkan PSS Sleman 1-0 di Stadion Sultang Agung Kamis (26/7). Gol semata wayang Laskar Mataram- julukan PSIM Jogja lahir dari kaki sang kapten Hendika Arga Permana di menit 74.

Hasil ini memberikan bukti Stadion Sultan Agung (SSA), kandang PSIM Jogja benar-benar menjadi momok bagi tim tamu. Dukungan 15 ribu penonton yang memadati stadion, mampu membakar semangat skuad Laskar Mataram untuk tampil menyerang. Takanan pendukung tuan rumah kepada tim tamu, benar-benar membuat permainan skuad PSS, yang secara komposisi pemain di atas PSIM menjadi tidak berkembang.

Di babak pertama jalannya pertandingan berlangsung dengan determinasi cukup tinggi. Terutama tiga gelandang serang PSIM Jogja yang diisi, Hendika Arga, Supriyadi, dan Hendri Setriadi. Mereka berkali-kali mencoba membongkar pertahanan PSS yang dikomandoi Hisyam Tolle.

Penyerang PSIM Jogja Ismail Haris pun tidak banyak ruang gerak, karena pergerakannya selalu dikuntit para bek Super Elang Jawa- julukan PSS Sleman.
Di babak kedua, PSIM Jogja tetap mengontrol jalannya pertandingan. Sesekali, PSS Sleman mencoba melakukan serangan balik, namun buruknya organisasi penyerangan, selalu kandas di kaki barisan belakang anak-anak Jogja.

Petaka menimpa PSS Sleman di menit 64. Kapten mereka Hisyam Tolle harus diusir keluar lapangan wasit Dafid Priatmoko. Sempat terjadi diskusi antara wasit dengan asisten wasit, setelah Ismail tergeletak di dalam kotak pinalti, wasit memutuskan memberikan kartu merah karena Tolle dianggap melakukan pelanggaran keras, dengan menyikut wajah Ismail.

Kalah jumlah pemain berdampak pada permainan PSS. Memanfaatkan kelengahan barisan bek kanan PSS, Supriyadi menrangsek masuk ke dalam kotak terlarang. Umpan silang datar, langsung dituntaskan dengan apik oleh Hendika Arga, membobol gawang Ega Rizky.

Unggul satu gol, membuat tim tamu berani keluar menyerang. Berkali-kali pergerakan Slamet Budiono yang dimainkan di babak kedua, sempat membuat repot pertahanan tim tamu. Bahkan, peluang emas PSS melalui sepakan keras Tambun Naiboho, berhasil ditepis kiper PSIM Jogja Ivan Febrianto.

Sampai dengan peluit panjang berbunyi, PSIM Jogja berhasil mengamankan tiga poin penting pada laga kandang terakhir putaran pertama di SSA. Atas raihan poin penuh, Laskar Mataram berhasil menggeser Persiba Balikpapan yang sebelumnya berada di peringkat ketujuh.

Pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak mengaku cukup puas atas hasil yang dicapai. Apalagi, kemenangan yang tercipta pada laga penting derby DIJ. ”Kami cukup bersyukur bisa mengamankan tiga angka. Terimakasih buat supporter bagaimanapun ini pertandingan yang sangat krusial,” jelasnya.

Bona mengakui tidak mudah meraih tiga angka. Menurut Bona, PSS bermain dengan kolektivitas pertanahan yang cukup baik dan disiplin yang sangat tinggi. ”Kami sudah motivasi para pemain untuk bisa raih tiga angka di laga kali ini,” jelasnya.

Begitu pula dengan mantan pemain PSS Sleman yang kini memperkuat skuad parang biru, mengaku cukup puas atas yang ditujukan para rekannya.

Menurutnya, para pemain bisa bermain lepas sehingga menunjukkan hasil maksimal. ”Kami bermain sesuai dengan skema dan bisa lebih sabar,” jelasnya.
Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara yang tidak mengikuti official press conference memberikan ucapan selamat kepada PSIM Jogja atas kemenangan diraih pada derby putaran pertama ini. ”Ini pelajaran bagi kami. Lain kali kami akan bermain lebih fokus dan tidak perlu melakukan yang tidak perlu,” jelasnya. (bhn/din/fn)

RIVALITAS: Skuad PSIM Jogja dan PSS Sleman yang diturunkan sebagai starter di laga Derby DIJ yang dihelat di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Kamis (26/7). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)