SLEMAN – Usai membungkam Blitar United di kandang, PSS Sleman sudah mengalihkan perhatian untuk menghadapi derby saudara tua, PSIM Jogja, di Stadion Sultan Agung (SSA) Kamis (26/7). Menjelang lawan skuad Laskar Mataram ini, Pelatih PSS Seto Nurdiantoro memberikan catatan pada timnya.
Meski meraih kemenangan, Seto menilai terjadi penurunan performa timnya dibandingkan dengan melawan Persigo Semeru FC. “Dari segi penampilan, ada penurunan dari laga sebelumnya. Ini menjadi evaluasi kami sebelum laga melawan PSIM Jogja,” kata Seto Minggu (23/7).

Diakui, para pemain tidak dalam kondisi baik pada laga lawan Blitar United itu. Hasilnya banyak kesalahan individu yang dilakukan para pemain. Untuk meningkatkan performa tim, Seto meliburkan para pemainnya sehari dan akan kembali berlatih hari (23/7). “Untuk recovery kami liburkan dulu,” kata Seto.
Disinggung kekuatan calon lawannya yang juga diisi beberapa mantan anak didiknya sewaktu membesut PSIM Jogja beberapa musim lalu, Seto mengaku bukan laga yang mudah bagi timnya. Diakui, PSIM memiliki materi pemain yang dan spirit yang luar biasa.

“Pemain mereka mau kerja semuanya, itu yang menjadi kekuatan. Juga spiritnya luar biasa,” katanya. Dari sisi materi dan teknis, PSIM dan PSS Sleman sama. “Yang fokusnya bagus, konsentrasinya bagus, dan tidak meremehkan itu yang mungkin jadi pemenang,” tambahnya.

Meski siap, Seto masih menunggu kapastian laga PSS Sleman kontra PSIM Jogja. Sebab, keputusan laga tersebut akan dilangsungkan masih menunggu keputusan paparan kepolisian. (bhn/laz/fn)