CERIA (FKG UGM FOR RADAR JOGJA)

SLEMAN – Reuni Akbar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM Jogjakarta meninggalkan banyak kisah menarik. Tidak hanya menjadi ajang pertemuan antaralumni namun juga mempererat tali persaudaraan yang lama putus. Terbukti ada alumni yang tidak bertemu 40 tahun lamanya.

Ketua Reuni FKG UGM drg Koessarwono Wibowo menilai, ajang kali ini fantastis. Dari target awal hanya 500 peserta bisa membeludak hingga 1.700 peserta. Tidak hanya seputar Pulau Jawa, alumni juga datang dari luar pulau bahkan Amerika Serikat dan Belanda.

“Tergolong sebagai reuni yang sangat istimewa karena bisa dihadiri oleh 1.700 alumni FKG UGM. Tidak hanya dari angkatan sepuh, dokter-dokter yang masih berstatus koas juga turut menyemarakan acara ini,” jelasnya ditemui di Grandin Outdoor Grand Dafam Rohan, Sabtu malam (10/3).

Reuni fantastis ini mampu mendatangkan angkatan 1959 hingga angkatan termuda 2011. Seluruh membaur dalam suka cita reuni yang berlangsung di Balairung UGM Jogjakarta. Pria yang akrab disapa dokter Nono ini menilai kesolidan alumni sangatlah kuat.

Sebagai ketua, dirinya memiliki strategi khusus. Dokter Nono menggandeng para sesepuh yang tergabung dalam grup angkatan. Setidaknya dia melibatkan grup angkatan 59/64, angkatan 65/72 dan angkatan di atas 72.

“Jadi sebelumnya alumni-alumni ini masih intens berkomunikasi hanya dalam grup yang kecil. Reuni akbar ini mengundang seluruh angkatan untuk kumpul bersama. Tema yang kami usung adalah Merajut Alumni Sedulur Sak Lawase,” ujarnya.

Reuni akbar terasa istimewa karena keterlibatan alumni secara langsung. Format kegiatan juga mengalami transformasi atas keterlibatan alumni. Sehingga tidak hanya sekadar seremonial resmi kampus namun mengenang masa-masa muda.

Beberapa peserta reuni tidak hanya terpisah tahunan. Ada pula yang berpisah selama puluhan tahun. Tak lagi muda bukan menjadi alas an untuk merajut memori. Terbukti para alumni yang berusia sepuh ini masih mengenang perjuangan selama di kampus.

“Ada yang sampai 40 tahun tidak bertemu bahkan gelarnya sudah sampai professor. Ini sangat luar biasa, cerita-cerita dari para senior ini bisa menjadi inspirasi bagi kami yang masih muda,” katanya.

Ketua Keluarga Alumni Kedokteran Gigi UGM (KAKGIGAMA) drg Basuki Sutardjo, MARS Kakigama memandang kegiatan reuni sebagai kunci penting. Menurutnya, ada tiga kunci penting yaitu merawat, menumbuhkan dan mengembangkan.

“Tiga poin ini yang harus dijaga agar kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial saja. Dukungan dalam bentuk apapun bisa terus tumbuh dan berkembang. Mengumpulkan alumni lintas angkatan, menjalin komunikasi dan mengintegrasikan dalam sebuah kegiatan yang sangat bermanfaat,” ujarnya. (*/dwi/ila/mg1)