BANTUL – Kabar kerenganggan hubungan Bupati Bantul Suharsono dengan Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih belakangan ini akhirnya mencuat di permukaan. Adalah Benteng Kedaulatan (BK) yang mempertanyakan langsung kebenaran kabar ini ketika beraudiensi dengan Suharsono di ruang kerjanya, Kamis (22/2).

“Kabar (kerenggangan) itu benar atau tidak?,” tanya Wakil Ketua Umum DPP BK Sigit Priyono Harsito Putro saat audiensi.

Sigit mengaku telah cukup lama mendengar kabar ketidakharmonisan ini. Namun, dia baru menemukan momen yang tepat untuk menyampaikannya. Baginya, beredarnya kabar ini sangat mengganggu. Terutama, jalannya roda pemerintahan bila kabar ini sampai ke telinga aparatur sipil negara di lingkungan pemkab.

“Apalagi, pasangan ini sama-sama berjuang keras ketika pilkada,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Grenjeng ini juga mendorong pemkab membentuk Badan Promosi dan Penanaman Modal. Itu bertujuan agar akselerasi pembangunan terwujud. Toh, lembaga ini berfungsi untuk mengangkat seluruh potensi daerah. Juga, peluang investasi.

Mendengar pertanyaan ini, Suharsono menegaskan, tidak ada masalah internal dengan wakilnya. Kendati begitu, Suharsono mengakui cukup sering mendengar berbagai kabar negatif terkait wakilnya itu. Salah satunya bahwa Halim bakal bercerai dengan dirinya dan bakal maju sendiri sebagai bupati pada pilkada 2021.

Nek kupingke tipis mungkin iso gampang diadu-adu (Kalau telinganya tipis, mungkin akan mudah diadu),” tuturnya.

Terkait kabar perceraian ini, pensiunan perwira menengah Polri ini pernah berkomunikasi langsung dengan Halim. Dalam pembicaraan hati ke hati itu Halim mengaku tidak punya pikiran untuk rencana berpisah. Keduanya berkomitmen membangun Kabupaten Bantul.

“Dan saya yakin Mas Halim ora ono pikiran koyok ngono (berpisah),” tegasnya.

Pernyataan Suharsono ini diperkuat Asisten Pemerintahan Setda Helmi Jamharis. Di penghujung audiensi, Helmi bercerita, Halim adalah sosok pejabat yang aktif mengawal berbagai kebijakan pemkab. Salah satu contohnya, program Kabupaten Bantul bebas sampah 2019.

“Seribu persen (kabar kerenggangan) tidak benar,” katanya.

Hingga kemarin petang Halim belum dapat dikonfirmasi mengenai hal ini. Handphone politikus yang tinggal di Singosaren, Wukirsari, Imogiri tersebut tidak dapat dihubungi. (zam/ila/mg1)