JOGJA – Dua pelajar SMP asal Jogja harus meringkuk di sel penjara Mapolresta Jogja. Ke dua bocah di bawah umur itu, IRP, 14, dan KA, 15, ditangkap setelah terbukti membawa senjata tajam (sajam) pada Minggu dini hari (11/2).

Peristiwa penangkapan terjadi saat aparat dari Polresta Jogjakarta melakukan patroli rutin pada Minggu dini hari. Saat berada di Jalan AM Sangaji, aparat mendapati gerombolan pemuda yang tengah nongkrong.

Kapolresta Jogjakarta Kombes Pol Tommy Wibisono memaparkan, melihat gelagat para pelajar tersebut, aparat berusaha menyambangi gerombolan tersebut. Saat akan dimintai keterangan, para pelajar tersebut berhamburan. “Sempat terjadi aksi kejar-kejaran,” jelas Tommy Senin (12/2).

Aksi kejar-kejaran tersebut baru berhenti di Jalan Bumiijo, Jetis, Jogja. Dari tempat kejadia perkara (TKP), aparat mengamankan 14 pelajar dan tujuh sepeda motor.

Setelah dilakukan penyidikan, dua pelajar IRP dan KA ditetapkan sebagai tersangka karena membawa senjata tajam jenis pisau yang telah dimodifikasi beserta gir yang dipasang disabuk beladiri. Sementara para pelajar lainnya dikembalikan kepada orang tua dengan wajib lapor.

“Dua sajam itu sempat dibuang, namun bisa kami temukan,” ungkapnya.

Dia menegaskan, dua pelajar tersebut terancam Undang-Undang Darurat dengan hukuman maksimal mencapai sembilan tahun.

Tommy menegaskan, tidak akan menoleransi aksi kriminalitas yang dilakukan oleh pelajar. Meski berstatus di bawah umur, pihaknya tetap akan memberikan sanksi sesuai dengan undang-undang yang berlaku. “Agar orang tua dan sekolah lebih perhatian kepada anak-anak mereka,” jelasnya. (bhn/ila/mg1)