JOGJA – Puluhan sepeda motor hasil tilang Direktorat Polisi Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIJ terancam ditempatkan di rumah penyimpanan benda sitaan negara (Rupbasan). Polisi memberikan tenggat waktu bagi masyarakat untuk mengambil kendaraan tersebut paling lambat akhir Februari ini.

Dirlantas Polda DIJ Kombes Pol Latif Usman menjelaska,n ada 79 kendaraan hasil penyitaan sejak 2014. Kendaraan tersebut disita dari operasi tilang yang digelar jajaran Ditlantas Polda DIJ.
“Kalau di sini terus jelas memakan tempat, sedangkan kami tidak memiliki ruang penyimpanan. Bila sampai tenggat waku tidak diambil kami akan kirim ke Rupbasan,” kata Latif dalam keterangannya di Ditlantas Polda DIJ, Kamis (1/2).

Motor-motor tersebut disita karena banyak hal, mulai tidak lengkapnya surat kendaraan, pajak kendaraan mati hingga pengemudi tidak membawa surat izin mengemudi.
“Umumnya surat kendaraan tidak lengkap,” jelasnya.

Sejauh ini, Ditlantas DIJ belum melakukan penyelidikan atas keberadaan kendaraan tersebut. Diakui, bukan tidak mungkin, dari kendaran tersebut berkaitan dengan kasus kejahatan pencurian. Bila masyarakat merasa kehilangan, untuk segera mendatangi Ditlantas Polda DIJ. Nantinya, Ditlantas Polda akan melimpahkan ke Reserse Kriminal (Reskrim).

“Yang kena tilang bukan berarti pemilik. Bisa jadi meminjam motor orang lain atau mungkin hasil kejahatan. Bila ada surat resmi segera datang kemari,” tegasnya.

Selain kendaraan tilang sejak 2014, aparat juga menampung 62 kendaraan hasil tilang Operasi Lilin 2017 lalu. Tampak, sejumlah kendaraan masih dalam kondisi mulus. “Kendaraan tersebut, bukan dari Jogja saja tapi juga ada yang dari luar kota,” jelasnya.

Masyarakat diminta untuk segera mengurus kendaraan tersebut, dengan membawa surat-surat kelengkapan kendaraan. Pengambilan dilakukan setelah menjalani sidang. “Tidak ada biaya selain itu,” katanya.

Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yulianto mengatakan, dalam setahun Ditlantas Polda menggelar operasi yang bersifat terpusat maupun operasi rutin. Selama 2017, jumlah pelanggar sebanyak 157.239. Dari jumlah tersebut 79.019 diberikan surat tilang. “Sisanya diberikan teguran,” jelasnya. (bhn/ila/mg1)