RADARJOGJA.CO.ID – Gesekan antar kelompok masyarakat yang terjadi di tanah air akhir-akhir membuat PP Pemuda Muhammadiyah prihatin. Sebagai organisasi dibawah naungan PP Muhammadiyah, PP Pemuda Muhammadiyah pun ikut angkat bicara. Organisasi ini meminta kepada anggotanya dan organisasi lain dibawah Muhammadiyah untuk selalu menjaga kebhinekaan dan kedamaian di Republik Indonesia.

“Kokam akan selalu berada dibarisan terdepan dalam menjaga dan merawat NKRI, menjaga Pancasila, dan mewujudkan ketentraman di tengah masyarakat,” kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam acara Apel Akbar Kokam se-Kabupaten Bantul di Pasar Seni Gabusan (PSG) Sewon, Bantul, Minggu (23/4).

Bupati Bantul Suharsono hadir pada acara Apel Akbar Kokam se-Kabupaten Bantul di Pasar Seni Gabusan (PSG) Sewon, Bantul, Minggu (23/4). (Foto: Kokam Bantul For Radar Jogja Online)

Dalam kesempatan itu, Dahni mewanti-wanti kepada Kokam Kabupaten Bantul untuk tidak melakukan anarkis dan melakukan tindakan kekerasan. Sebagai organisasi pemuda dibawah Muhammadiyah, Kokam harus harus selalu merawat keragaman dan ketentraman di tengah masyarakat.

“Kokam jangan pernah membubarkan acara kelompok lain yang sudah mendapatkan ijin dari instansi kepolisian dan instansi terkait. Jangan berbuat onar dan kekerasan termasuk jangan memaksakan kehendak,” ingat Dahnil.

Ia mengingatkan, Muhammadiyah, PP Pemuda Muhammadiyah, Kokam tidak sependapat dengan pemikiran adanya kekhalifahan di negeri ini. Namun demikian, Kokam akan selalu menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai islam.

“Didalam diri darah TNI ada semangat Kokam dan Hizbul Wathan. Sebab, Jendral Besar Sudirman merupakan kader Muhammadiyah yang aktif di Hizbul Wathan,” papar Dahnil.

Bupati Bantul Suharsono mengapresiasi langkah Kokam yang ikut menjaga keamanan, ketertiban, dan menunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan di wilayah Kabupaten Bantul.

“Komitmen Kokam menjaga NKRI tidak diragukan lagi. Kokam banyak berpean dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” kata Suharsono dalam apel akbar Kokam. (mar/eri)