BANTUL – DPC Partai Gerindra mengambil sikap terkait dugaan praktik percaloan yang melibatkan anak seorang anggota DPRD Bantul dari Fraksi Partai Gerindra. Sekretaris DPC Partai Gerindra Bantul Darwin Putu Artha menyatakan, internal DPC tengah membentuk tim pencari fakta.
Keberadaan tim ini diharapkan mampu mengorek berbagai informasi dan bukti terkait adanya dugaan percaloan rekrutmen tenaga non-PNS kontrak di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Termasuk di antaranya pengakuan calon korban pungutan liar.”Kami menjamin kerahasiaan identitas mereka (saksi-saksi, Red),” jelas Darwin saat ditemui di kompleks DPRD Bantul kemarin (13/2).
Ditegaskannya, berbagai alat bukti ini penting. Menurutnya, jenis sanksi yang bakal dijatuhkan mengacu temuan tim fakta ini. Bila memang terbukti, DPC Partai Gerindra bakal menjatuhkan sanksi sesuai AD/ART partai. Bahkan, tak tertutup kemungkinan partai bakal memutuskan pergantian antarwaktu (PAW).
Sikap tegas partai ini juga tidak terlepas dari komitmen yang ditunjukkan Ketua DPC Partai Gerindra Bantul Suharsono terkait transparansi. Baik dalam penyelenggaraan partai maupun roda pemerintahan. “Kami akan mendukung bapak (Suharsono, Red),” tegasnya.
Darwin mengakui partai memang membutuhkan berbagai alat bukti. Kendati begitu, Darwin mengklaim sudah mengantongi siapa anak kadernya yang bermain dalam praktik percaloan. “Masih menduga-duga. Sebab, beberapa waktu lalu juga sudah ada informasi masuk,” ungkapnya.
Sebagaimana diberitakan, anak seorang anggota DPRD Bantul dari Fraksi Partai Gerindra diduga terlibat percaloan rekrutmen tenaga non-PNS kontrak. Bahkan, calo ini berani menggaransi seratus persen calon pendaftar di unit pemadam kebakaran (damkar) BPBD Bantul lolos. Tapi, sebagai imbalannya, anak anggota DPRD dari wilayah Kretek ini meminta uang pelicin Rp 30 juta.(zam/din/mg1)