RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Mutasi aparatur sipil Negara (ASN) Pemkab Bantul dilakukan Bupati Bantul Suharsono. Hampir seluruh posisi pejabat eselon II digeser. Begitu pula dengan posisi eselon III dan IV yang terkena mutasi.

Kepala DPPKAD Didik Warsito menjadi Asisten Sumber Daya dan Kesejahteraan Rakyat. Adapun Badan Keuangan dan Aset Daerah (metamorfosa DPPKAD) dipegang Sri Edi Astuti. Sri sebelumnya di Dinas Perizinan.

Beberapa pejabat ada yang masih bertahan. Maya Sintowati Pandji tetap menahkodai Dinas Kesehatan. Sekretaris DPRD Bantul masih dipegang Helmi Jamharis.

Sedangkan Wadir Bidang Keuangan RSUD Panembahan Senopati Yulius Suharta digeser menjadi Camat Pajangan. Dia menggantikan posisi Sri Kayatun. Sri menjadi Camat Pandak.

Suharsono meminta mereka bekerja maksimal. “Nggak semuanya harus sesuai dengan kemauan,” tegas Suharsono usai mengambil sumpah dan melantik 730 ASN Pemkab Bantul kemarin (30/12).

Mutasi ASN merupakan hal wajar. Tujuannya penyegaran. Sekaligus menempatkan mereka sesuai kemampuan. “Ada dari BKN, Pemprov DIJ, akademisi dan pemkab,” katanya.

Bobot Ariffi Aidin dipercaya menjadi Kepala DPUPKP; Aris Suharyanta Kepala Dishub; Dinas Pertanahan dan Tata Ruang dipegang Isa Budi Hartomo; Dinas Komunikasi dan Informatika dipegang Eko Nugroho.

Lalu, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dinahkodai Agus Sulistyana, Dinas Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan oleh Danu Suswaryanta, dan Dinas Penanaman Modal dam Pelayanan Terpadu dipegang Sri Muryuwantini.

Suharsono melihat terpilihnya tujuh pejabat ini sebagai bentuk regenerasi. Contohnya, Bobot Ariffi Aidin. Suharsono berharap terpilihnya bekas Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda ini sebagai Kepala DPUPKP mampu membawa angin segar.

Sekretaris Daerah Bantul Riyantono menambahkan, kebijakan mutasi mengacu sejumlah pertimbangan. Di antaranya, penilaian tim assessmen. Penilaian ini untuk mengetahui posisi jabatan yang cocok bagi seorang ASN. (zam/iwa/ong)