RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 60/2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tak hanya bersentuhan langsung dengan para pengendara kendaraan bermotor di jalan raya.

Regulasi pengganti PP No.50/2010 itu salah satunya mengatur tentang nomor pilihan (nomor) cantik kendaraan. Berikut tarif pemesanannya. Mulai nomor hanya dengan satu digit hingga empat digit. Baik di belakangnya disertai huruf maupun tidak.

Nomor cantik satu digit tanpa huruf, misalnya. Dipatok Rp 20 juta. Kalau dengan huruf di belakangnya Rp 15 juta. Sedangkan nomor dua digit tanpa huruf dipatok Rp 15 juta. Sedangkan dua digit dengan huruf belakang Rp 10 juta. Tiga digit tanpa huruf Rp 10 juta. Dengan huruf Rp 7,5 juta. Empat digit tanpa huruf Rp 7,5 juta.

Kanit Regident Satlantas Polres Bantul Iptu Sutrisno membenarkan hal tersebut. Kendati demikian, dia belum mengetahui ketentuan masa berlaku tarif nomor cantik tersebut. Apakah untuk durasi setahun atau lima tahun. Ketentuan ini masih menunggu surat keputusan Kakorlantas.

Selain tentang nomor cantik kendaraan, PP 60/2016 juga mengatur legalitas pengendara motor gede (moge) dan penyandang disabilitas. Mereka harus bersiapsiap mengurus surat izin mengemudi (SIM) baru. Regulasi baru tersebut mengharuskan pengendara motor di atas 250 cc tidak cukup lagi menggunakan lisensi ber kendara jenis C. Melainkan dengan jenis C1 atau C2.

“C1 berlaku bagi kendaraan di atas 250 cc hingga 500 cc. C2 untuk 500 cc ke atas,” jelasnya.

Sedangkan penyandang disabilitas yang ingin berkendara di jalan raya harus mengantongi SIM D1. Itu berlaku bagi difabel pengendara sepeda motor. Sedangkan difabel pengendara mobil dengan SIM D2. Regulasi baru berlaku per 6 Januari 2017.

Hanya, Satlantas Polres Bantul belum bisa menggelar ujian tes lisensi C1 dan C2. Pemilik moge yang ingin membuat SIM baru harus mengurusnya di Satlantas Polresta Jogja atau Polres Sleman.

“Biayanya sama dengan SIM C. SIM baru Rp 100 ribu,” sebutnya Perubahan regulasi lain yang cukup mencolok adalah pengesahan STNK setahun sekali. Kendaraan roda dua dan tiga dikenai Rp 25 ribu, sedangkan roda empat Rp 50 ribu. Itu diluar pembaharuan STNK lima tahunan. (zam/yog/mar)